BATULICIN, banuapost.co.id– Calon Wakil Bupati Tanah Bumbu, HM Rusli, menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat yang kesusahan. Kali ini mengunjungi, sekaligus memberikan bantuan kepada 2 warga Desa Wonorejo RT 10, Kecamatan Satui, yang mengalami sakit stroke bertahun-tahun, Kamis (15/10).
Paslon nomor urut 3 ini, prihatin atas kondisi seorang kakek berusia 100 tahun yang hanya bisa ‘ngesot’ saat melakukan aktivitas, karena kakinya lumpuh.
Kakek ini bernama Hadi Martiono, warga transmigrasi asal Pulau Jawa, sudah menderita penyakit stroke sejak beberapa tahun lalu. Kondisinya cukup parah, hingga sulit melakukan kegiatan.
“Sudah berapa lama sakit bapak seperti ini,” Tanya kakak pengusaha kondang Tanah bumbu, H Isam (HI) itu, sembari memegang kaki Hadi Martiono.
Namun jawaban Hadi tak begitu terdengar, karena suaranya sangat pelan, akibat batuk-batuk ketika mengeluarkan suara keras.
Menurut istrinya, Ny Tarniah, sakit lumpuh yang diderita suaminya sudah berlangsung 2 tahun terakhir.
“Suami saya tak bisa berjalan. Kalau mau keluar terpaksa ngesot,” ucapnya.
Selama ini, lanjut Ny Tarniah, tak ada upaya pengobatan medis karena ketiadaan biaya. Selain itu keluarga beranggapan, sakit yang diderita karena faktor usia.
Meski demikian, Ny Tarniah sangat mendambakan perhatian pemerintah daerah, jika nantinya ada program kesehatan dan pengobatan gratis bagi masyarakat kurang mampu.
“Memang selama ini belum pernah ada bantuan. Tapi jika diberi, kami dengan senang hati menyambutnya,” ujarnya.
Selain mendoakan Hadi bisa sembuh dan normal kembali seperti sedia kala, HM Rusli juga memberikan santunan untuk biaya pengobatan.
Sebelumnya, cawabup yang diusung parpol pemilik kursi di DPD Tanbu ini, PKB, Golkar, PAN, PKS dan NasDem, juga menjenguk seorang perempuan lansia di desa yang sama dengan penyakit serupa.
Ny Martini (59), sudah 5 tahun terakhir menderita stroke dan lumpuh. Namun nasibnya lebih beruntung dibanding tetangganya, Hadi. Warga RT 10 Desa Wanarejo, Satui itu, sejak 2 bulan ini mulai membaik. Ia sudah bisa berjalan, meski harus dipapah dan dibantu dengan sebatang tongkat.
Di hadapan HM Rusli, Ny Martini mengaku berjuang sendiri dibantu suaminya, Margiono, melakukan terapi tanpa pengobatan medis.
“Karena tak punya biaya, ya terpaksa terapi di rumah. Karena dokter pernah ngomong, jika dirawat di rumah sakit akan banyak mengeluarkan biaya. Jadi saya disarankan berobat di rumah saja,” katanya.
Hasilnya sudah cukup menggembirakan. Kini Ny Martini sudah bisa mandi sendiri dan masak. Meski untuk berjalan dan beraktivitas tetap dipapah dan ditopang tongkat.
Ny Martini mengaku selama sakit belum pernah mendapatkan bantuan dari pihak mana pun, termasuk pemkab.
“Tapi kami terdaftar menerima BLT. Uangnya kami gunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” imbuhnya.
Seperti juga Hadi, Ny Martini pun didoakan sembuh dan diberi santunan oleh HM Rusli. Sebagai tanda terima kasih, Ny Martini dan suaminya mendoakan mantan Camat Mentewe menang dalam kontestasi Pilkada Tanbu 2020, Desember mendatang.
Cawabup HM Rusli mengaku prihatin menyaksikan masih banyaknya warga, terutama golongan kurang beruntung, belum mendapatkan pelayanan kesehatan dan pengobatan gratis.
“Atas dasar pertimbangan inilah, pentingnya program kerja yang memihak kepada masyarakat, terutama di bidang kesehatan,” tegas HM Rusli. (jack/foto: ist)