BANJARMASIN, banuapost.co.id– Ultras 1988, kelompok suporter garis keras Barito Mania (Bartman), ingin masyarakat menghapus image buruk terhadap mereka.
Selain itu, Ultras 1988 juga menegaskan, mereka tidak ada perbedaan dengan kelompok suporter di bawah naungan Bartman lainnya.
Karena itu seiring dengan usia ke-4 Ultras 1988 yang mengusung tema: “Tak Ada Perbedaan” mengajak seluruh kelompok suporter di bawah naungan Bartman bersatu.
“Selama ini kami masih melihat adanya sekat-sekat di antara suporter Barito Putera. Kami ingin mengubah itu semua. Meski kultur dan cara mendukung berbeda, kami ingin suporter Barito bisa bersatu padu,” ujar Koordinator Ultras 1988, Aji Banjar Purwantoro, Ahad (6/11).
Menurut Aji, keinginan Ultras 1988 mengubah image buruk sudah dilakukan sejak 2018 silam. Saat itu mereka melakukan berbagai kegiatan positif, seperti membantu korban bencana, membagikan makanan setiap subuh di Bulan Puasa, maupun membagikan air mineral kepada warga yang tengah jogging di Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin.
“Kami berharap masyarakat semakin mengerti siapa kami dan image kami suka anarkis, tidak lagi melekat. Kami justru ingin masyarakat Banjarmasin bisa bergabung bersama Ultras 1988 untuk menjadi suporter kreatif bagi Barito Putera,” imbuhnya.
Sementara Wakil Ketua Bidang II Bartman yang tergabung dalam SuperSoccer Banjarmasin, Dedy Sattardi, mengapresiasi tekad yang dicanangkan Ultras 1988.
“Tema yang diusung Ultras 1988 pada perayaan ulang tahun ke-4 mereka sangat luar biasa. Mereka mengajak seluruh komponen Bartman yang tergabung dalam SuperSoccer Banjarmasin bersatu walaupun masing-masing punya passion berbeda. Bahkan upaya Ultras 1988 untuk mengubah image buruk, juga sudah berlangsung lama,” ujar Dedy. (oie/foto: ist)