PELAIHARI, banuapost.co.id– Tenggelamnya Fikiandin di Muara Sungai Sanipah, Desa Kandangan Lama, Tanah Laut, menyisakan kenangan pahit bagi Jailani.
Betapa tidak. Jailani tidak menyangka korban nekad menyusulnya dan Hengky. Padahal sudah diingatkan untuk tidak perlu menyeberang.
Fikiandi, warga RT 13/ RW 03 Desa Sukaramah, Kecamatan Panyipatan, tenggelam sekitar 10 sampai 15 meter dari pantai yang dituju pada Jumat (8/1) sore.
Korban bersama lima orang rekannya berada di Muara Sanipah untuk bekerja menanam mangrove dan pinus. Sedang Jailani dengan satu rekannya, juga melakukan pekerjaan yang sama. Namun beda kelompok.
Sore itu, menurut Jailani, dirinya dan Hengky, warga Damit Hulu, menyeberang untuk membeli makanan. Tapi tiba-tiba Fiki ingin ikut dengan alasan untuk mencari kelotok.
“Korban sebelumnya mengatakan ingin pulang, tapi diminta ketua kelompoknya ditunda dulu sampai hari Minggu. Namun ia tetap menyeberang,” cerita Jailani, warga Kampung Soga, Desa Panyipatan, yang saat ini menetap di Desa Kandangan Lama.
Ketika Jailani dan Hengky sudah menyeberang, korban masih berdiri di tepi sungai. Sempat diingatkan untuk tidak usah menyeberang. Tapi kemudian bergeser ke dekat pondok tempat mereka beristirahat. Dari lokasi inilah korban berenang ke seberang.
Namun belum sampai ke seberang, korban seperti kelelahan. Melihat hal itu, Hengky yang sudah ada di seberang, segera bercebur untuk menolong. Sempat memegang korban, namun karena badannya lebih kecil, pegangannya pun terlepas.
“Hengky sempat memegang korban sebelum kemudian menghilang dibawa arus,” ujar Jailani saat dimintai keterangannya, Sabtu (9/1).
Suwarno, warga RT 3 Desa Sukaramah, yang juga rekan satu kelompok Fiki, mengaku tidak menyangka korban tetap menyusul ke seberang.
Dia mengira korban membatalkan niatnya menyeberang, karena tidak jadi berenang dan kembali ke dekat pondok.
“Saat saya lengah, tiba-tiba ia sudah menyeberang dengan mengambil rute berbeda dengan Jailani dan Hengky,” kata Suwarno yang mengaku sudah enam hari di Muara Sungai Sanipah bersama korban dan lima orang lainnya.
Saat ini rekan korban dan kerabat, masih berada di lokasi untuk memantau perkembangan kemungkinan jasad korban muncul. (zkl/foto: zul yunus)