JAKARTA, banuapost.co.id– Karena tingginya angka fatalitas kecelakaan akibat lalulintas, PT Asuransi Adira Dinamika Tbk (Adira Insurance) gagas program Corporate Social Responsibility (CSR): “I Wanna Get Home Safely” (IWGHS). Sebuah kampanye yang menggaungkan pesan keselamatan jalan bagi masyarakat Indonesia.
“Untuk meningkatkan kesadaran berperilaku aman dan selamat dalam berlalulintas, diperlukan edukasi berkendara dan kesadaran pengguna jalan,” ujar Direktur Adira Insurance, Wayan Pariama, dalam webinar bertajuk: Indonesia Bangkit: Pulihnya Mobilitas dan Tingkatkan Kesadaran Berperilaku Aman dan Selamat Saat Berada di Jalan, belum lama ini.
Turut hadir dalam webinar, AKBP Danang Sarifudin, Kasi Produk Dikmas Ditkamsel Korlantas Polri, Rohmat Purnadi, Head of Business Digest, dan Darmaningtyas, Ketua Instran (Institut Studi Transportasi).
Salah satu program dalam IWGHS, lanjut Wayan, Indonesia Road Safety Award (IRSA). Tujuan untuk menurunkan angka kecelakaan dan fatalitasnya di Indonesia.
IRSA digagas dengan melibatkan seluruh lapisan, baik pemerintah, pihak lembaga swadaya masyarakat, pihak swasta, masyarakat dan berbagai pihak lainnya, untuk peduli terhadap keselamatan di jalan.
Menyesuaikan dengan situasi pandemi Covid-19, Adira Insurance melakukan beberapa penyesuaian dalam pelaksanaan IRSA, sekaligus mendukung instruksi pemerintah untuk mengurangi risiko penyebaran virus Covid-19.
“Meski demikian, tidak menyurutkan komitmen Adira Insurance untuk terus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya berperilaku selamat saat berada di jalan,” ucap Wayan.
Sebagai bagian dari komitmen ini, sambung Wayan, Adira Insurance melakukan studi pemetaan profil keselamatan jalan di 15 kota di seluruh wilayah Indonesia melalui Road Safety Behavior Research.
Berbeda dari program IRSA sebelumnya, riset tahun ini berfokus pada perilaku berkendara masyarakat Indonesia yang mencakup tiga aspek, yaitu pengetahuan, sikap dan perilaku.
“Ini karena mengingat keselamatan jalan merupakan tanggung jawab bersama. Kesadaran dan perilaku mengemudi yang aman, sangat penting dalam mendukung keselamatan di jalan,” tegasnya.
Melalui project IRSA sebelumnya, Adira Insurance melihat implementasi program keselamatan jalan di pemerintah kota dan kabupaten serta persepsi masyarakatnya. Sementara riset tahun ini berfokus pada aspek berbeda, yaitu perilaku masyarakat itu sendiri. Riset ini dilakukan dalam periode 3 bulan sejak Oktober 2020.
Riset dilakukan terhadap 1.500 responden di 15 Kota besar di Indonesia, yaitu; DKI Jakarta, Tangerang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Denpasar, Medan, Padang, Palembang, Banjarmasin, Balikpapan, Samarinda, dan Makassar.
Hasil riset menunjukkan, rata-rata indeks keselamatan berkendara di Indonesia mencapai 76 persen. Nilai tersebut didapat dari aspek pengetahuan/knowledge mencapai 87 persen, aspek sikap/attitude mencapai 83 persen serta aspek perilaku/behavior memiliki indeks terendah yaitu 58 persen.
“Dengan riset ini pula, diharapkan dapat membantu mendefinisikan indeks keselamatan berkendara dari pemetaan profil berkendara dan mengukur risiko dari perilaku masyarakat Indonesia di jalan,” imbuhnya.
Risiko dalam temuan ini, menurut Wayan, tentunya harus dikelola untuk dapat mewujudkan keselamatan jalan. Karena itu diharapkan, riset dapat menjadi inspirasi maupun referensi bagi pemerintah, komunitas, lembaga swadaya masyarakat, pihak swasta lainnya dan masyarakat, untuk menerapkan sistem tata kelola keselamatan jalan yang lebih baik di Indonesia. (ril/foto: ist)