BANJARMASIN, banuapost.co.id– teka teki kasus mutilasi terhadap seorang wanita yang tubuhnya ditemukan tak berbusana di Gang Keluarga RT 7, Kelurahan Belitung, Rabu (2/6), tuntas diungkap Satreskrim Polresta Banjarmasin.
Selain korban belakangan diketahui bernama Rahmah, kelahiran Banjarmasin 26 November 1987. Warga Kelayan, Banjarmasin Selatan itu, juga berstatus telah menikah.
Sementara pelakunya, Hari Purwanto (40), diamankan di Bati Bati, Kabupaten Tanah Laut, saat mencoba kabur dari Kota Banjarmasin, beberapa jam setelah aksi jagalnya.
Bahkan motifnya pun juga terkuak setelah pemeriksaan intensif dilakukan. Gara-garanya karena marah ditagih tip kencan berlebih.
Soal tip berlebih dari transaksi seks dengan kesepatakan awal Rp 300 ribu itu, dikemukakan Kapolreta Banjarmasin, Kombes Rachmat Hendrawan kepada awak media, Kamis (3/6).
Berdasarkan pengakuan Hari Purwanto, kutip kapolresta, pertama kali bertemu korban di kawasan Pasar Sudimampir, Selasa (1/6) malam, dan sepakat saling memberikan kepuasan dengan tarif Rp 300 ribu.
Keduanya akhirnya pergi ke losmen. Namun saat hendak melakukan hubungan badan, korban minta tambahan Rp 500 ribu. Keburu nafsu, pelaku oh-oh saja. Sehingga pergulatan pun berlangsung.
Usai pergulatan, pelaku mengaku terbakar emosi karena korban kembali menagih tambahan. Lantaran kehabisan uang, pelaku minta tolong untuk diantarkan pulang.
Permintaan dipenuhi korban asalkan diberi uang Rp 500 ribu. Dengan dalih mengambil uang, pelaku membawa korban ke rumah kosong. Di tempat inilah pembunuhan terjadi.
“Di situ korban dihabisi dengan cara digorok. Proses memenggal kepala korban tak memakan waktu lama. Menurut pelaku hanya sekitar 3 menit,” kata Rachmat Hendrawan didampingi Kasatreskrim Kompol Alfian Tri Permadi.
Usai memenggal kepala, pelaku melucuti pakaian korban dan membuang tubuhnya ke halaman rumah. Pelaku kemudian keluar membeli bensin dan kembali untuk membakar tubuh korban serta meninggalkannya.
Kobaran api inilah yang kemudian membuat warga sekitaran Gang Keluarga geger. Namum setelah kobaran api berhasil dipadamkan, warga makin geger lagi karena yang terbakar tubuh manusia tanpa kepala. (emy/foto; ist)