BANJARBARU, banuapost.co.id– Satuan Polisi Militer (Satpom) Lanud Sjamsudin Noor gelar Operasi Penegakkan Tata Tertib (Gaktiblin), Senin (27/9). Razia dilakukan di sepanjang jalan masuk menuju Mako dan Komplek Perumahan Pangkalan TNI AU setempat.
Dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan Covid-19, operasi dipimpin Dansatpom Lanud Sjamsudin Noor, Mayor Pom Maryatno.
Operasi ini dalam rangka pelaksanaan pekan disiplin memperingati HUT ke-76 TNI 2021. Sasaranya, surat-surat identitas diri seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Tanda Anggota (KTA), Passring, Surat Ijin Mengemudi (SIM) (TNI/umum), STNK, kelengkapan kendaraan bermotor, penggunaan helm standart, serta kelengkapan lainnya.
Menurut Dansatpom Lanud Sjamsudin Noor, Mayor Pom Maryatno, tujuan kegiatan gaktiblin untuk meningkatkan penegakkan hukum disiplin tata tertib di wilayah hukum Lanud Sjamsudin Noor.
“Baik mencegah terjadinya penyalahgunaan nomor registrasi kendaraan dinas TNI AU, stiker TNI AU, senjata api, narkoba, tindakan asusila, termasuk mencegah tterjadinya perkelahian antara anggota TNI dengan TNI, TNI dengan Polri dan TNI dengan masyarakat,” tegasnya.
Operasi semacam ini, sambung Mayor Pom Maryatno, dilaksanakan secara rutin dan terjadwal. Namun waktu pelaksanaannya dilakukan secara rahasia dan mendadak.
“Harapanya, efek dari pendadakan ini dapat memberikan dampak psikologis bagi personil untuk selalu disiplin, patuh dan taat kepada aturan, tata tertib, serta hukum yang berlaku,” jelasnya.
Bahkan dengan kegiatan ini pula, lanjut Mayor Maryatno, diharapkan setiap personel Lanud Sjamsudin Noor mengerti dan sadar untuk dapat melaksanakan semua tata tertib, peraturan dan hukum yang berlaku.
“Karena bagi anggota yang kedapatan melanggar, akan diberikan hukuman sesuai dengan jenis pelanggarannya dan akan dicatat serta dilaporkan kepada atasan untuk diberikan sanksi, baik berupa teguran lisan maupun tindakan disiplin,” tandasnya.
Selain itu, ada atau tidaknya pelanggaran yang dilakukan, Satpom Lanud Sjamsudin Noor tetap membuat laporan ke komando atas sebagai bahan masukan pada pimpinan dalam menentukan kebijakkan selanjutnya. (ril/foto: ist)