BANJARMASIN, banuapost.co.id– Tingkat keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalulintas (kamseltibcarlantas) di wilayah hukum Polda Kalsel diteliti Tim Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Mabes Polri.
Selain bidang lalulintas tersebut, tim juga melakukan survei indeks keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) Triwulan III TA 2021. Kegiatan berlangsung selama 4 hari, 27 hingga 30 September mendatang, diawasi langsung Kapuslitbang Polri, Brigjend Pol Iswiyoto Agoeng Lesmana Doeta.
Sebelum melaksanakan penelitian, tim yang yang dipimpin Kombes Pol Saefuddin Mohamad, dengan anggota AKBP I Nengah Sukiarta, Usman, Dwi Irawati, Budi Prayitno dan Tegawati, menemui Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rikwanto, di ruang kerja. Senin (27/9).
Turut hadir mendampingi, Wakapolda Kalsel, Brigjend Pol Mohamad Agung Budijono, Karo SDM Kombes Pol Nanang Masbudi dan Dirlantas Kombes Pol Maesa Soegriwo.
Menurut Irjen Pol Rikwanto, dengan adanya kegiatan penelitian dan supervisi dari Puslitbang Polri, diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Sehingga masyarakat dapat merasa puas atas pelayanan dan kinerja Polri, khususnya Polda Kalsel.
Sementara menurut Brigjend Pol Iswiyoto Agoeg Lesmana Doeta, tujuan dari penelitian untuk meminimalisir fatalitas kecelakaan di jalan raya dengan mengetahui pengaruh pengetahuan, sikap (keterampilan) dan persepsi penguna jalan dalam mewujudkan kamseltibcarlantas.
“Termasuk menjelaskan faktor-faktor dominan yang mempengaruhi kecelakaan lalulintas, menganalisis tingkat pelanggaran dan kecelakaan lalulintas yang dilakukan pengguna jalan, serta mengetahui upaya Polri dalam mewujudkan kamseltibcarlantas bagi pengguna jalan,” jelasnya.
Penelitian yang dilakukan, sambung Brigjend Pol Iswiyoto, dengan menggunakan metode penyebaran kuesioner ke masyarakat secara online, diskusi kelompok terpusat (focus group discussion), wawancara mendalam (Indepth interview) dan dokumentasi.
Selain Polda Kalsel, Tim Puslitbang Polri juga melakukan penelitian ke Polresta Banjarmasin, Polres Banjarbaru, Polrea Banjar, Polres Tapin, Polrea Hulu sungai Selatan (HSS), dan Polres Barito Kuala (Batola). (ril/foto: ist)