BANJARMASIN, banuapost.co.id– Jembatan ‘Basit’ Sungai Alalak I kembaIi ditutup jelang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo, Kamis (21/10),
Sementara rekayasa arus lalulintas pengguna jembatan, seperti dilansir dari instagram @pupr_jalan_kalsel milik Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalsel, Senin (18/10), pada pukul 13:00 Wita akses dari arah Barito Kuala ke Banjarmasin dialihkan ke jembatan Kayutangi Ujung 2. Sebaliknya dari arah Banjarmasin ke Barito Kuala masih bisa melewati jembatan Sei Alalak hingga pukul 21:00 Wita.
Kemudian masih di hari yang sama, mulai pukul 21:00 Wita hingga Selasa (19/10) pukul 07:00 Wita, akses Jembatan Sei Alalak ditutup total. Semua dialihkan melalui Jembatan Kayutangi 2.
Selasa (19/10) pukul 07:00 Wita hingga H-1 peresmian, akses Jembatan Sei Alalak hanya difungsikan satu jalur, yakni untuk arus lalulintas dari Banjarmasin ke Barito Kuala. Sementara dari Barito Kuala ke Banjarmasin, melalui Jembatan Kayutangi Ujung 2.
“Pada saat peresmian, rekayasa lalulintas akan disesuaikan dengan hasil koordinasi antara pihak kepolisian dengan tim Paspampres dan Protokol Istana,” tulis unggahan tersebut
Rekayasa lalulintas ini telah disepakati bersama antara pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalsel, Pemprov Kalsel, Pemkot Banjarmasin, Pemkab Barito Kuala, Polda Kalsel dan Korem 101/Antasari, supaya pelaksanaan peresmian Jembatan Sei Alalak dapat terlaksana dengan baik.
Diharapkan setelah diresmikannya jembatan senilai kurang lebih Rp 272 miliar ini, dapat menjadi ikon pembangunan infrastruktur di Kalsel dan dapat dilalui semua jenis kendaraan. Sehingga mampu meningkatkan perekonomian Banua.
Sebelum melakukan kunjungan kerja ke Kalsel, Kepala Negara akan melakukan kunjungan ke Tarakan dan Tana Tidung, Provinsi Kalimantan Utara, Selasa (19/10).
Sementara di Kalsel, Kepala Negara dijadwalkan tidak hanya meresmikan jembatan yang memiliki desain unik ini. Tapi juga meninjau pelaksanaan vaksinasi di Universitas Lambung Mangkurat. Setelahnya akan ke Kabupaten Tanah Bumbu, meresmikan pabrik biodiesel PT Jhonlin Agro Raya (JAR). (oie/foto: ist)