PALANGKA, banuapost.co.id– Lima kecamatan dengan 21 kelurahan di Kota Palangka Raya yang masih terendam, menyebabkan sedikitnya 2.000 warga terpaksa mengungsi ke posko darurat.
Bahkan evakuasi warga yang terdampak banjir, masih terus dilakukan petugas gabungan. Baik dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, Tagana serta relawan kemanusiaan.
Ketinggian air, Rabu (17/11) petang, mencapai 120 hingga 150 centimeter. Sehingga menyebabkan aktivitas warga benar-benar lumpuh total.
Berasarkan data BPBD Kota Palangka Raya per (17/11), sebanyak 5.199 Kepala Keluarga (KK) atau 11.075 warga terdampak, tersebar di 21 kelurahan dari lima kecamatan. Dua di antaranya yang paling parah, Kecamatan Jekan Raya dan Pahandut.
“Sebagaimana data BPBD Kota Palangka Raya, sekarang ini tercatat ada 2.000 warga terpaksa tinggal di pengungsian yang tersebar di 16 posko darurat,” jelas Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin.
Dari 16 posko banjir yang disediakan pemerintahj kota bersama mitra, salah satunya di Jl Arut Kota Palangka Raya menampung 154 jiwa.
Di posko ini, takhanya orang dewasa dan anak-anak. Juga terdapat lanjut usia maupun bayi berusia tujuh bulan. Sehingga membutuhkan susu, pampers dan selimut.
Sementara berdasarkan prediksi BMKG Palangka Raya, curah hujan di wilayah Kalteng dalam sepekan ke depan masih akan terjadi dengan intensitas sedang maupun tinggi. (din/foto: ist)