DENPASAR, banuspost.co.id– Ditahan imbang 1-1 oleh Tira Persikabo 1973, Barito Putera menjaga asa keluar dari jurang degradasi BRI Liga 1 2021-2022.
Di klasemen sementara hingga pekan ke-20 ini, Barito Putera berada di peringkat ke-16 dengan poin 16, dua strip di dasar jurang. Sementara Tiara Persikabo di peringkat 12 dengan 23 poin.
Berlaga di Stadion Kompyang Sujana, Denpasar, Bali, Selasa (18/1) sore, Barito Putera mendominasi jalannya awal babak lewat penguasaan bola.
Umpan dari kaki ke kaki sukses dimainkan dengan baik oleh Bruno Matos dan kawan-kawan. Sehingga serangan yang dibangun, efektif dalam membuat peluang. Namun tak terjadi gol.
Sebaliknya Persikabo yang berada di bawah tekanan, malah lebih baik dalam hal menyerang. Serangan mereka dalam membuat peluang lebih efektif. Bahkan mereka memiliki shots on target lebih banyak dengan tujuh tembakan.
Dari tujuh tembakan mengarah ke gawang, salah satunya menjadi gol. Dimas Drajad mencatatkan nama di papan skor menit ke-14, seteah memanfaatkan umpan Hendra Adi Bayauw. 1-0 Laskar Padjadjaran unggul.
Lawan unggul lebih dulu membuat asuhan Rahmad Darmawan bangkit. Namun gol penyeimbang baru didapatkan jelang babak pertama selesai. Adalah Guy Junior mencatatkan nama lewat hadiah penalti menit 43′. Babak pertama diakhiri sama kuat, 1-1.
Usai turun minum, kedua kubu langsung bermain ngotot di awal babak kedua. Seperti juga babak pertama, Laskar Antasari kembali unggul penguasaan bola.
Namun lagi-lagi, Manahati Lestusen dan kolega masih memimpin jika berbicara soal peluang yang berhasil didapatkan. Hingga menit ke-70, tim besutan Liestiadi itu sukses menambah catatan shots on target menjadi 11.
Sebaliknya Barito, belum mampu berbicara banyak hingga menit tersebut. Bahkan kedua tim gagal memecahkan kebuntuan. Skor imbang 1-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Susunan pemain- Barito Putera: M Riyandi, Bagas Kaffa, Renan Alves, Kim Jinsung, Saddam Hi Tenang; Bayu Pradana, Bruno Matos (Rahmat 90′); Raphael Maitimo (Luthfi Kamal 90′) Rafael Da Silva, Guy Junior (Beni 65′), Abrizal Umanailo (Ferdiyansyah 86′).
Persikabo 1973: Trisna Fadillah, Firza Andika, Shumeiko Veniamin (Andy 38′), Didik Wahyu, Gilang Ginarsa, Manahati Lestusen, Pushniakou Siarhei (Andre 85′), Roni Sugeng; Ciro Alves (Sagara 73′), Dimas Drajad, Hendra Adi Bayauw. (yb/foto: ist)