PELAIHARI, Banuapost.co.id- Pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Tala) mendukung penuh upaya mengeliminasi penyakit tuberkulosis. Hal ini disampaikan Pejabat Bupati Tala, H Syamsir Rahman, dalam sambutan tertulis pada peringatan Hari Tuberkulosis se-Dunia 2024 yang berlangsung di Halaman Puskesmas Panggung, Pelaihari Sabtu (27/4).
Peringatan HTBS 2024 ini digelar Koalisi Organisasi Profesi Indonesia untuk Penanggulangan Tuberkulosis (KOPI-TB) Kabupaten Tanah Laut, dengan Tema Gerakan Indonesia Mengakhiri Tuberkulosis.
Dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat, Hairul Rijal, selain mendukung upaya mengeliminasi TB, Pj Bupati juga mengapresiasi KOPI-TB yang menggelar acara ini.
Diharapkan dengan adanya acara seperti ini upaya pengentasan TB dapat segera tercapai, mengingat Indonesia mencanangkan tahun 2030 bebas dari tuberkulosis.
“Jangan sampai ada lagi penderita TB yang dikucilkan atau menganggap penyakit TB sebagai kutukan,” kata Pj Bupati.
Pj Bupati berharap melalui kolaborasi antara berbagai pihak dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang TB, Meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan dan mempercepat penemuan dan pengobatan TB.
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Tala, Isna Farida SKM. Mengatakan. sampai saat ini proyeksi kasus TB di Tala mencapai 963 kasus dan sampai bulan Maret 2024 baru terekam sekitar 180 kasus.
Menurut Kadis Kesehatan Tala, banyak faktor yang membuat lambannya penanganan penyakit TB, faktor ketidak-tahuan masyarakat tentang penyakit TB, dan kurang disiplinnya warga selama menjalani pengobatan.
“Faktor ketidak-tahuan dan banyaknya warga kurang kepatuhannya selama menjalani proses pengobatan,” kata Kadis Kesehatan.
Padahal, menurut Kadis Kesehatan, TB dapat sembuh selama penderita menjalani pengobatan dengan benar, selain itu semua fasilitas kesehatan, baik pemerintah maupun swasta, siap melayani penderita TB.
Giat yang digelar KOPI-TB Tala ini dihadiri kader Puskesmas Angsau, Puskesmas Pelaihari, Puskesmas Tirta Jaya, Puskesmas Tambang Ulang dan Puskesmas Panggung.
Pemateri dalam HBTS 2024 ini dokter I Gede Yudha Kartika. spesialis penyakit dalam yang bertugas di RS KH Mansyur Kintap dan dokter Novrianti Hawarini, spesialis anak di RS KH Mansyur Kintap.
Berdasarkan Global TB Report 2023, saat ini Indonesia menempati peringkat kedua di dunia setelah negara India dengan estimasi kasus TBC baru sebanyak 1.060.000 kasus dengan kematian mencapai 134.000 per tahun, angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. (zkl/foto: zul)