PELAIHARI, Banuapost.co.id- Kantor Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kabupaten Tanah Laut, Selasa (5/8/2025) menggelar Apel Siaga Masyarakat Peduli Api (MPA) di halaman Kantor KPH setempat. Apel bertujuan untuk kesiap-siagaan MPA yang berada di bawah binaan KPH Tala.
Apel yang diikuti 15 kelompok MPA yang ada di Tala itu dipimpin Kepala KPH Tala, Rudiono Herlambang. Apel juga dihadiri perwakilan beberapa perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Tala.
Menurut Kepala KPH Tala, Apel Siaga ini digelar dalam rangka kesiap-siagaan MPA, mengingat saat ini sudah memasuki musim kemarau, dan lagi MPA merupakan perpanjangan tangan KPH Tala dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
“Apel siaga ini digelar sesuai dengan arahan Kementerian yang diteruskan ke Dinas Kehutanan Provinsi sampai KPH di Kabupaten Kota,” kata Rudiono Herlambang usai apel siaga.
“Kita berharap dengan adanya kegiatan ini teman-teman dari MPA dan perusahaan yang ikut apel siap untuk menanggulangi karhutla di kawasan masing-masing,” tambah Rudiono Herlambang.
Fathurahman, staf Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel, mengatakan, memasuki musim kemarau ini memang sudah banyak bermunculan titik panas, namun demikian menurutnya itu bukan berarti berasal dari kebakaran lahan.
“Memang sudah banyak terekam satelit munculnya titik panas (hot spot), hanya saja bukan berarti itu kebakaran lahan,” kata Fathurrahman.
Menurut Fathurrahman, titik panas yang direkam satelit tersebut bisa saja berasal dari tungku pembakaran arang, atau atap seng yang diterpa panas terik matahari.
Sementara, Nur Kholiq, Ketua MPA Wani Hangit Desa Tanjung, Kecamatan Bajuin, mengatakan, pihaknya selalu stanby mengamankan hutan yang berada di sekitar desa mereka, bahkan tidak jarang mereka ditugaskan ke kawasan lain di luar Tala.
“Untuk beberapa tahun terakhir kebakaran hutan jarang terjadi di Desa Tanjung dan sekitarnya,” kata Kholiq.
Menurut Kholiq, saat ini MPA Wani Hangit yang bermarkas di Dusun Riam Pinang itu beranggotakan 27 orang dengan dilengkapi motor modifikasi dan peralatan pemadam kebakaran lahan, seperti kopyok, jet shutter, mesin pompa portable, 15 HT dan 150 meter slang.
Pada kesempatan itu, KPH Tala juga memperlihatkan peralatan pemadam kebakaran hutan dan lahan yang siap diterjunkan, seperti motor trail dilengkapi kopyok dan jet shutter, mesin pompa portable serta slang, mobil pemadam kebakaran dan tandon untuk suplai air. (zkl/foto: zul)