PELAIHARI, Banuapost.co.id– Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Laut (Tala), dr Isna Farida, MKes, Senin (26/1/2026), mengatakan, tahun 2026 Pemerintah Kabupaten Tala berupaya untuk menembus target angka stunting ke 17,5 persen. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan usai mengikuti apel Senin di Halaman Kantor Bupati Tala.
Sementara berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) terakhir tahun 2024, prevalensi stunting di Tala masih bercokol di angka 22,5 persen. Tanpa adanya survei di tahun 2025, Dinas Kesehatan dan tim terkait kini harus memacu intervensi demi memenuhi target penurunan drastis pada survei kesehatan tahun ini.
Intervensi mencakup layanan spesifik bagi ibu hamil hingga balita, serta intervensi sensitif seperti sanitasi dan bantuan pangan.
“Upaya pencegahan dan penurunan stunting di Kabupaten Tanah Laut mengikuti pedoman dan petunjuk teknis melalui aksi konvergensi yang dilakukan secara terintegrasi oleh SKPD yang tergabung dalam TPPS,” jelas dr Isna Farida.
Meski skema penanganan sudah tersusun rapi, dr. Isna mengakui bahwa kondisi di lapangan masih jauh dari ideal. Beberapa faktor kesehatan ibu dan pola konsumsi keluarga menjadi hambatan utama yang sulit ditembus.
“Masih tingginya ibu hamil anemia dan KEK (Kekurangan Energi Kronis) serta kasus bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR) masih menjadi kendala kita,” tegasnya.
Selain faktor fisik, perilaku masyarakat dalam mematuhi anjuran medis juga menjadi perhatian serius. Banyak bantuan yang sudah diberikan pemerintah, namun efektivitasnya sulit dipantau secara langsung di lingkup rumah tangga.
“Ada kendala dalam memantau kepatuhan konsumsi TTD dan MMS, serta memastikan konsumsi PMT bagi ibu hamil dan balita bermasalah gizi. Termasuk kurang maksimalnya pemantauan MPASI dalam keluarga untuk keragaman dan kecukupan gizi pada balita,” tambah dr. Isna lagi.
Menurut dr Isna Farida, fokus utama pemerintah daerah adalah memaksimalkan peran petugas di lapangan guna memastikan setiap bantuan gizi benar-benar dikonsumsi, bukan sekadar diterima, demi menyelamatkan generasi masa depan Tala. (zkl/foto: ist)