BANJARMASIN, banuapost.co.id– Peningkatan peran dan kapasitas kelompok perempuan
dalam pembangunan, dibahas Kemenko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan bersama
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kalsel dalam rapat
koordinasi, Jumat (22/3).
Gubernur dalam sambutan yang dibacakan Asisten I Bidang
Pemerintahannya, Siswansyah, menyambut baik kegiatan.
“Kita harus sadari bersama, dalam hal pembangunan
manusia tentu tidak dapat dilepaskan dari aspek pemberdayaan manusia, baik
terhadap golongan laki-laki maupun perempuan,” kata gubernur.
Hal ini menjadi penting karena harus diakui bersama, dalam
mewujudkan kesetaraan gender, terutama pembangunan manusia, tidaklah mudah.
“Sekarang ini kita menghadapi mindset, kultur serta
berbagai hambatan lain dalam penerapan pembangunan berbasis gender,”
ucapnya.
Berdasarkan data pembangunan manusia berbasis gender 2018
menunjukkan angka 88,60 persen. Mengalami
penurunan jika dibanding 2016 yang tercatat berada dilevel 88,86 persen.
Selain itu, data pembangunan manusia berbasis gender ini
memberikan gambaran, dalam berbaga aspek, hak-hak perempuan serta akses dalam
hal kesehatan, pendidikan dan pekerjaan, seharusnya setara dengan laki-laki.
Untuk itu, gubernur berharap melalui forum ini dapat
dirumuskan bersama berbagai langkah strategis.
“Kiranya dengan forum ini, dapat diupayakan agar pembangunan
yang sedang dan akan dilaksanakan, dapat menyentuh seluruh aspek, termasuk
pembangunan manusia berbasis gender,” tandasnya. (end/foto: hum)
