BOGOR, banuapost.co.id–
Sikap bertolak belakang dengan kebijakan partai dilakukan Wakil Ketua Umum DPP
Partai Amanat Nasional (PAN), Dr Bima Arya Sugiarto.
Bahkan dengan lugas dan tegas, Walikota Bogor itu
mendukung pasangan capres dan cawapres 01, Jokowi-KH Ma’ruf Amin, dalam
kontestasi Pemilu 2019, 17 April mendatang.
Alasan pria kelahiran Kota Bogor 17 Desember 1972 itu,
karena Jokowi sosok pemimpin yang jujur. Bahkan sang petahana banyak memberikan
inspirasi selama dirinya menjabat sebagai orang pertama di Kota Hujan itu.
“Saya dari dulu melihat Pak Jokowi adalah sosok yang
jujur antara kata dan perbuatan,” ujar Bima, usai acara SpeakUp Satukan Suara di Puri Begawan, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat
(12/4) malam.
Selain itu, sambung doktor Ilmu Politik Australian National
University, Canberra Australia (2006), inovasi-inovasi dan capaian yang sudah
dilakukan Jokowi, Indonesia akan terus bergerak maju dan lebih baik.
“Saya belajar menjadi kepala daerah pertama kali dari Pak
Jokowi. Dia role model bagi saya. Kita akan memilih pemimpin yang Insya Allah
membawa Indonesia terus bergerak maju. Saya Bima Arya memutuskan memilih
Jokowi,” tandas Bima.
Atas keputusanya bersebrangan dengan arah politik partai,
Bima mengaku siap dipecat. Meski demikian, tidak terbersit untuk keluar dari
PAN. Karena langkahnya sesuai dengan tujuan awal didirikannya PAN, yakni
menjunjung tinggi reformasi.
“Insya Allah saya siap atas segala resikonya. Prinsip
saya, when it’s right keep it right, when
it’s wrong make it right. Saya ikut mendirikan partai ini, tidak ada
sedikitpun ingin keluar dari partai. Ini adalah ikhtiar saya untuk sejalan
dengan platform partai,” imbuh Bima. (yb/kk/sua/foto:
ist)
