KURAU, banuapost.co.id– Inovasi penganan dengan bahan dari ikan yang tengah dikembangkan masyarakat di Kecamatan Kurau, membuat Bupati Tanah Laut, H Sukamta, kagum.
Karya penganan dengan gizi tinggi itu, abon keting atau orang
banjar menyebutnya ikan lundu, diperkenalkan
dalam Bursa Inovasi Desa Kecamatan Kurau yang digelar bersamaan dengan kegiatan
Manunggal Tuntung Pandang (MTP) di Desa Handil Negara, Jumat (26/7).
Sang innovator, dr Rahmah Erfa Qorina, salah satu dokter
di Puskesmas Padang Luas, Kecamatan Kurau, pertama kali yang berhasil membuat.
Padahal lundu sendiri
ikan yang selama ini dipandang sebelah mata oleh masyarakat. Sementara bagi dr
Rahmah, inovasi pembuatan abon ikan lundu
ini sudah dilakukan sejak 2018.
Berawal dari penelitian terhadap kandungan protein ikan
tersebut yang sangat tinggi, yaitu 20 gram protein per 100 gram daging ikan
lundu. Sedang ketika diolah menjadi abon, kandungan proteinnya sebesar 35 gram
per 100 gram.
“Alhamdulillah kita bandingkan dengan telur ayam,
kandungan protein daging ikan lundu
ini dua kali lebih tinggi,” jelasnya.
Rahmah tak menampik sebagian besar masyarakat memandang
sebelah mata ikan lundu, karena dianggap
tidak bergizi. Akibat kondisi ‘tersia-sia’, dipikirkanlah bagaimana ikan yang
jumlahnya cukup melimpah di Tala, khususnya Kecamatan Kurau, dapat diolah
menjadi panganan bergizi.
Selain itu, menurut dr Rahmah, di Kecamatan Kurau masih banyak
anak-anak yang mengalami kekurangan gizi. Kondisi inilah yang mengilhami untuk
membuat ikan yang kaya dengan protein menjadi abon.
“Tujuannya untuk anak-anak yang gizinya kurang. Alhamdulillah,
berkat abon itu ada beberapa balita naik berat badannya. Saat ini saya
sosialisasikan dan masyarakat sudah mulai sadar dengan kandungan gizi dari ikan
lundu,” tandasnya.
Rencananya, lanjut dr Rahmah, 5 tahun ke depan ada rumah
produksi khusus yang akan memproduksi olahan abon ikan lundu. Sedang ruang lingkupnya bukan cuma di Kecamatan Kurau, tapi se-Kabupaten
Tala. Bahkan nanti bisa mencapai pasar nasional.
Jangan
cuma infrastruktur
Sementara Bupati Tala, H Sukamta, yang membuka Kegiatan
Bursa Inovasi Desa Kecamatan Kurau, mengaku kagum dengan inovasi panganan
bergizi abon lundu ini.
“Ini inovasi penting di samping bakal menjadi
penambah gizi balita dan anak-anak untuk mencegah stunting,” ujar bupati.
Olahan abon ikan lundu
ini, lanjut Sukamta, juga akan meningkatkan ekonomi masyarakat. Apalagi di Kabupaten
Tala sendiri jumlah ikan lundu sangat melimpah.
Berkat inovasi ini, Sukamta berpesan kepada kepala desa
yang hadir pada acara tersebut agar juga menganggarkan apa saja inovasi yang
ada di desa yang memiliki potensi baik.
Karena itu jangan cuma untuk infrastuktur. Tapi juga kembangkan inovasi lain dari desa, mengingat APBDes
sendiri semuanya di atas Rp 1,5 miliar untuk di Tala.
“Maka dengan uang banyak itu kita manfaatkan untuk
mengembangkan potensi yang ada di desa, salah satunya seperti abon lundu tadi,” ucapnya.
Orang nomor satu di Ttala inipun ingin olahan abon
ikan lundu nanti bisa bersaing dan
masuk ke pasar retail yang ada secara nasional.
“Nanti urus izinnya, lalu packagingnya diperbaiki,” sarannya. (zkl/foto: ist)
