JAKARTA, banuapost.co.id–
Sepakbola Indonesia masih memiliki secercah harapan. Kondisi ini tidak terlepas
dari peran dunia usaha, ikut dalam pemenuhan hak dan pembinaan talenta
anak-anak Indonesia.
Ini telah dibuktikan melalui sebuah ajang kompetisi sepakbola
Aqua Danone Nations Cup (AQUADNC) 2019 yang memberikan kesempatan secara luas
bagi tumbuh kembang dan bakat anak, khususnya di dunia persepakbolaan.
“Kami akan selalu mendukung penciptaan lingkungan
serta sistem yang baik bagi pertumbuhan anak Indonesia, sehingga dapat terus
mengejar cita-citanya,” ujar Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan
Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Pribudiarta Nur Sitepu, pada Closing Ceremony AQUADNC 2019, baru-baru
ini.
Kemen PPPA, lanjut Pribudiarta, menyambut baik komitmen
yang dibangun Danone Indonesia untuk menyelenggarakan AQUADNC yang telah
mempersiapkan serta melahirkan bibit-bibit sepakbola Indonesia.
Seperti diketahui, talenta muda Indonesia hasil kompetisi
AQUADNC di antaranya Evan Dimas, Egy Maulana, Andik Vermansyah, Syamsir Alam,dan
Paulo Sitanggang.
Sementara menurut VP General Secretary Danone Indonesia,
Vera Galuh, AQUADNC bukan hanya sekadar ajang olahraga yang memupuk nilai
sportifitas, pantang menyerah, saling menghormati dan menghargai sedari dini.
“Namun juga mampu mempromosikan gaya hidup sehat dan
pemeliharaan lingkungan yang menjadi bekal anak-anak, baik di dalam lapangan,
maupun di luar lapangan,” jelasnya.
Ajang ini, sambung Vera, juga edukasi sedari dini terkait
nutrisi. Dimulai dari pemahaman reduce, reuse, dan recycle yang sejalan dengan visi Danone.
“Karena itu, kita akan terus merangkul anak-anak
Indonesia untuk mencapai mimpi-mimpinya dan mempromosikan gaya hidup
sehat,” tandas Vera.
Salah satu peserta asal Kaltim, M Bilal Kenjiro (12),
mengaku merasa sangat senang dan bangga bisa mengikuti kompetisi AQUADNC 2019.
Bilal juga mengaku ingin bergabung dengan Timnas Sepakbola
Indonesia untuk mengharumkan nama baik bangsa di kancah internasional.
Pesepakbola muda pecinta Klub Real Madrid ini, berharap
agar pemerintah semakin memperhatikan kualitas lapangan sepakbola yang ada di
daerah.
“Kami butuh lapangan sepakbola yang baik. Jumlah
lapangan sepakbola di daerah kami memang banyak, tapi kualitasnya kurang baik,
terutama dari segi rumput,” ujar Bilal.
AQUADNC adalah turnamen sepakbola U-12 terbesar di dunia
yang pertama kali diselenggarakan pada 2003. Kompetisi ini didukung Federation of International Football
Association (FIFA), Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Komite
Olahraga Nasional Indonesia (KONI), dan French
Football Federation (FFF).
Hingga 2019, lebih dari 720.000 anak dari 34 provinsi dan
150 kabupaten di Indonesia, berpartisi di AQUADNC. 2 tim pemenang AQUADNC di 2018
dan 2019 akan menjadi wakil Indonesia di kancah internasional. Rencananya,
mereka akan menuju Barcelona, 9 Oktober mendatang. (emy/foto: ist)
