BANJARMASIN, banuapost.co.id– Kegaduhan di masyarakat yang berpotensi memecah belah NKRI, belakangan ini tidak hanya terjadi di dunia nyata. Tapi juga di dunia maya akibat semakin berkembang dan maraknya penggunaan media sosial.
Karena itu untuk mengantisipasi kegaduhan di dunia maya
tersebut, Polri melalui Divisi Humas
yang dimilikinya, terus mengawasi dunia cyber.
“Tidak hanya mengawasi, personel Humas Polri juga kini
dibekali teknik analisa, pemetaan dan mampu membuat rekomendasi kepada pimpinan
wilayah sebagai bahan mengambil kebijakan,” jelas Kadiv Humas Polri, Irjen Pol
M Iqbal, usai menutup Sosialisasi Pemantauan Siber dan Analisa Media Bagi
Pemanalis Biro Multimedia Divisi Humas Polri, Kamis (22/8) sore.
Upaya memaksimalkan kerja Humas Polri, lanjut Irjen Iqbal
yang pernah bertugas di Kalsel, tidak lepas dari visi Kapolri Jenderal Tito
Karnavian, yakni Promoter atau Profesional, Modern dan Terpercaya.
Keterlibatan Humas Polri dalam mengawasi dunia siber ini,
menurut Irjen Iqbal, sudah terbukti dalam 2 tahun terakhir. Di antaranya, saat
kasus penyanderaan napi teroris di Mako Brimob, mitigasi isu negatif pada
kejadian Bom Surabaya.
Kemudian kejadian gempa di Palu, kecelakaan pesawat Lion
Air JT610, Pilkada Serentak 2018, hingga yang terakhir isu Pilpres dan Pileg
2019.
Selain itu, Divisi Humas saat ini juga punya peran
penting dalam membentuk opini yang positif tentang tugas-tugas kepolisian
secara preemtif, preventif dan represif untuk memelihara keamanan dan
ketertiban masyarakat.
“Tanpa humas, keberhasilan Polri sulit bisa diketahui
masyarakat,” tandas Irjen Iqbal. (emy/foto:
ist)
