MARABAHAN, banuapost.co.id–
Meski hanya kisaran lima menit hujan turun di Kota Marabahan, tepatnya pukul 14:15
Wita, setidaknya disambut dengan rasa syukur bagi semua mahluk hidup di Ibukota
Kabupaten Barita Kuala itu.
Padahal sebelum rahmat Allah SWT turun, Pemkab Batola
bekerjasama dengan MUI dan organisasi keagamaan di kabupaten tersebut,
melaksanakan Salat Istisqa di Lapangan Sepakbola Marabahan, Rabu (25/9) pagi.
Salat memohon turunnya hujan, juga diikuti Wakil Bupati
Batola, H Rahmadian Noor, anggota forkopimda, dan berbagai lapisan masyarakat.
Bertindak selaku khatib, KH Muhammad Noor. Sedang imam,
Ustadz Fakhruddin. Sementara muazzin HM Jabir.
Beberapa jam usai pelaksanaan Salat Istisqa, langit di
Kota Marabahan terlihat mulai dipenuhi awan hitam. Mendung sebagai pertanda
hujan sempat menimbulkan asa di tengah musim kemarau yang panjangan ini.
Terlebih lagi, kepungan asap akibat kebakaran hutan dan
lahan (karhutla) yang dalam beberepa Minggu terakhir kondisinya terasa semakin
parah.
Benar saja. Tepat sekitar pukul 14:15 Wita, Kota Bahalap
dan sekitarnya diguyur hujan dengan intensitas sedang. Setelah sebelumnya
didahului dengan gerimais beberapa menit.
Sayang, hujan tak berlangsung lama. Hanya berlangsung
sekitar lima menit. Tepat kisaran pukul 14:20 Wita, hujan kembali reda.
Sementara gumpalan awan hitam yang sempat membayangi langit di Kota Marabahan,
berangsur-angsur hilang. Langit kembali bersih dari saputan awan.
Sementara jelang pelaksanaan Salat Istisqa, Wabup
Rahmadian Noor mengatakan, berdasarkan laporan puskesmas-puskesmas yang ada di
Batola, masyarakat yang menderita ISPA akibat asap hampir mencapai 3.000
jiwa.
Sedang lahan terbakar yang meliputi kawasan ladang,
kebun, hutan, semakbelukar, sudah lebih 700 hektare.
Terkait pelaksanaan Salat Istisqa yang dilaksanakan, menurut
wabup, dalam upaya untuk bermunajat bersama dan memohon keridhaan Allah SWT
agar menurunkan hujan untuk bisa membantu memadamkan api-api kebakaran hutan
yang mengepung kawasan dimana-mana. (rd/foto:
ist)
