MUARA TEWEH, banuapost.co.id–
Sedikitnya 20 warga binaan Lapas Klas II B Muara Teweh, Barut, mengikuti
pelatihan menjahit melalui program peningkatan kesempatan kerja pada Dinas
Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM (DinakertransKop dan UKM) setempat.
Kegiatan pelatihan menjahit diadakan di aula Lapas, dan dilaksanakan
selama 18 hari sejak kegiatan di buka, Rabu (25/9).
Hadirdalam kegiatan, Sekdis NakertransKop dan UKM, Kalapas
Klas II B Muara Teweh, Sarwito, para
kabid di lingkup DisnakertransKop dan UKM, dan pejabat di lingkup lapas.
Kepala DinakertransKop dan UKM, Drs Tenggara Barito Utara
melalui Sekretaris Dinas, Drs Yulianson, mengatakan, meningkatnya jumlah
pengangguran ebagian besar di antaranya tenaga kerja dengan tingkat pendidikan
dan keterampilan yang rendah.
“Oleh sebab itu diperlukan perhatian yang serius dari
pemerintah menyelenggarakan pelatihan
kerja untuk membekali, meningkatkan dan mengembangkan kompetensi kerja guna
meningkatkan kemampuan, produktivitas dan kesejahteraan tenaga kerja dan
keluarga,” katanya.
Sementara Kasi Pelatihan Kerja dan Produktifitas Tenaga
Kerja, yang juga ketua panitia, Ramidah, mengatakan, pelatihan agar para
peserta memiliki kompetensi dan keterampilan di bidang menjahit sebagai calon
tenaga kerja yang siap pakai. (arh/foto:
ist)
