JAKARTA, banuapost.co.id– Langkah Ir H Ahmadi Noor Supit untuk ikut berperan dalam Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, kandas. Delapan kandidat dari 15 nama yang terseleksi, Memet, sapaan familiar politis Partai Golkar dari daerah pemilihan Kalsel I yang kini duduk di Komisi III itu, tidak masuk dalam lima anggota BPK.
Uji kepatutan yang dilaksanakan Komisi XI
DPR RI, Rabu (25/9), menetapkan lima anggota BPK periode 2019-2024, setelah
dilakukan pemungutan suara (voting).
“Kami
tetapkan lima anggota BPK RI yang akan diputuskan dan disampaikan ke Rapat
Paripurna,” kata Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Soepriyatno, seperti
dikutip dari Antara.
Lima
anggota terpilih, Pius Lustrilanang memperoleh 43 suara, Daniel Lumban Tobing
dan Hendra Susanto, masing-masing memperoleh 41 suara.
Anggota
lainnya, Achsanul Qosasi yang mendapatkan 31 suara dan Harry Azhar Azis, 29
suara.
Pius
Lustrilanang yang menjabat sebagai Ketua DPP Partai Gerindra, merupakan salah
satu aktivis pergerakan nasional pada akhir 1990-an.
Sedang
Daniel Lumban Tobing adalah Politisi PDI-P dan sempat menjadi anggota DPR
periode 2014-2019 mewakili Daerah Pemilihan Jawa Barat VII.
Hendra
Susanto merupakan pejabat karir dari BPK dan masih menjabat sebagai Kepala
Auditoriat I B. Sementara Achsanul Qasasi, menjabat sebagai Anggota III BPK dan
menjadi presiden klub sepakbola peserta Liga Super Indonesia, Madura United.
Sementara
Harry Azhar Azis, yang sempat menjabat sebagai Ketua BPK, juga merupakan
petahana dan saat ini tercatat sebagai Anggota VI BPK.
Medadak
Jelang
pemilihan calon anggota BPK RI ini, Fraksi Partai Golkar DPR merotasi
secara mendadak sejumlah anggotanya di Komisi XI. Rotasi terungkap dari surat
Sekretaris Fraksi Partai berlambang pohon beringin, Adies Kadir, No: SJ.00.2641/FPG/DPRRI/IX/2009,
19 September 2019, kepada pimpinan DPR RI.
Dalam lampiran surat
tersebut, sejumlah anggota Fraksi Partai Golkar yang dirotasi dari Komisi XI, Melchias
Markus Mekeng (ke Komisi V), M Nur Purnamasidi (ke Komisi VII), M Sarmuji (ke
Komisi I), Ahmadi Noor Supit (ke Komisi III), Andi Achmad Dara (ke Komisi V),
Mukhamad Misbakhun (ke Komisi III), serta Agun Gunandjar Sudarsa (ke Komisi
IX).
Kemudian pimpinan Fraksi
Partai Golkar DPR merotasi anggota Fraksi Partai Golkar dari komisi lainnya ke
Komisi XI, yakni Muhidin M Said (dari Komisi V), Maman Abdurrahman (dari Komisi
VII), Bobby Adhtiyo Rizaldi (dari Komisi I), Saiful Bahri Ruray (dari Komisi
III), Saniatul Lativa (dari Komisi V), John Kennedy Azis (dari Komisi III),
serta Andi Fauziah Pujieatiw Hatta (dari Komisi IX). (yb/foto:
ist)
