MUARA TEWEH, banuapost.co.id–
Jembatan di Jl Keladan RT 04 Kelurahan Lanjas, Teweh Tengah, yang kondisinya ‘menunggu
korban’ ditinjau Bupati Barut, H Nadalsyah, Senin (30/9).
Didampingi Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR)
Ir Iwan Rusdani, Kabid Bina Marga, H Rodi, Camat Teweh Tengah, H Mastur dan
Lurah Lanjas, Tri Winarsih, bupati merespon keluhan warga setempat.
“Hari ini kita bersama Kadis PUPR dan pejabat teknis dari
PUPR melakukan peninjauan lapangan. Karena sesuai dengan laporan masyarakat,
ada dua buah jembatan yang panjangnya 24×4 meter dan 24×3 meter, rusak,” kata
bupati di sela-sela peninjauannya.
Menurut H Koyem, sapaan akrab Bupati Barut itu, jika melihat
kontruksi jembatan, pembebanan tiang pancang tidak sampai ke tanah dasar.
“Rencananya kami ingin memperbaiki jembatan ini dengan
menggunakan dana unit pemeliharaan rutin (UPR). Namun setelah melihat ke
lapangan, kondisinya tidak bisa dilakukan dengan cara UPR saja,” ucap H Koyem.
Jembatan, lanjut bupati, harus dibangun dengan kontruksi
beton yang di 2020 sudah diminta Dinas PUPR untuk menganggarkannya.
“Sehingga tiang nantinya dipancang betul-betul dan ini
akan permanen menggunakan besi WF600. Sementara kiri kanan jembatan,
menggunakan WF300,” jelasnya.
Ditegaskan bupati, sangat percuma kalau dibangun menggunakan
kontruksi kayu ulin.Sebab satu atau dua tahun, akan kembali seperti ini lagi
akibat tanahnya terbawa arus air.
“Insya Allah, aspirasi kita usulkan ke DPRD dan mohon persetujuannya
agar disetujui pembangunan dua buah jembatan yang berada di Jalan Keladan ini,”
pungkasnya. (arh/foto:ist)
