SAMPIT. banuapost.co.id– Kelompok Tani (Poktan) Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir, Sampit, mulai musim tanam padi Oktober – Maret (Okmar).
Wilayah persawahan yang sebelumnya kering kerontang, kini
mulai berair karena turun hujan, beberapa hari terakhir.
“Ada sekitar 150 hektare yang sudah dilakukan penyemaian,”
ujar Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), H Wiyono, Kamis (10/10).
Menurutnya, luasan lahan tanam wilayah suluh, ada sekitar
4.000 hektare, terdiri dari lahan persawahan dan ladang. Tersebar di 8 desa dan
dua kelurahan.
Semua poktan yang berada di wilayah suluh, kata Wiyono, mulai
melakukan semai atau membuat bibit benih untuk tanam serentak Desember
mendatang.
“Mulai tanam serentak dari Desember – Januari 2020.
Sedang paretas unggul yang ditanam, Siam Epang, masa panen 4,5 bulan, atau
panen serentak akhir Maret 2020 mendatang,” jelas Wiyono.
Sementara peran Pemkab Kotim, lanjut Wiyono, melalui
Dinas Pertanian memberikan bantuan bibit padi unggul. padi gogo atau padi tanam
tugal di lahan kering (ladang) seluas 25 hektare untuk sejumlah poktan Desa
Basirih Hulu.
“Untuk Poktan Desa Basirih Hulu, sebanyak 625
kilogram beserta herbisidanya,” sebutnya.
Sedang jumlah poktan di wilayah suluh yang aktif,
sebanyak 69, dan 10 orang Ketua Gabungan Kelompok Tani ( Gapoktan). (urd/foto: ist)
