PELAIHARI,
banuapost.co.id– Kepala Desa Pasir
Putih, Mahdiansyah, mengaku tidak mengetahui adanya aktivitas penumpukan kayu
log rimba campuran pelaku pembalakan liar. Ia baru mengetahuinya, setelah
petugas mimintanya untuk ikut melihat lokasi penumpukan kayu illegal tersebut.
Mahdiansyah
memang tinggal di dekat ruas jalan trans-Kalimantan. Sedang lokasi penumpukan
berada sekitar 500 meter dari jalan raya, atau tepatnya berada di jalan poros
menuju Desa Riam Adungan.
Namun
truk-truk pengangkut kayu illegal, tidak melintasi jalan raya Trans-Kalimantan.
Melainkan dari lokasi pembalakan liar di Desa Riam Adungan, langsung masuk ke
kawasan perkebunan kelapa sawit.
“Kalau
kebun kelapa sawit tempat penumpukan kayu ini milik PT Indoraya Everlatex,”
kata Mahdiansyah saat ditanya awak media.
Ditambahkanya,
tumpukan kayu yang mencapai seribu batang lebih, kemungkinan besar mulai
ditumpuk para pelaku sejak musim kemarau tiba. Karena kalau musim hujan, sulit
melintasi jalan poros ke Desa Riam Adungan yang sebagian tergenang air.
Terbalik
Sementara
dalam pengungkapan kasus pembalakan liar ini, petugas sempat mengejar salah
satu truk yang tengah membawa kayu hasil pembalakan liar di Riam Adungan. Namun
saat berada di Gunung Kuning atau sekitar 35 kilometer dari lokasi penumpukan,
truk terbalik.
Tiga
puluh batang kayu log yang berada di bak truk menggelinding dan menutupi ruas
jalan. Sedangk sopir, langsung kabur di tengah kegelapan malam dan rimbunnya
kebun kelapa sawit.
Untuk
mengevakuasi truk, petugas terpaksa meminjam eksavator milik perusahaan yang
beroperasi di dekat lokasi kejadian. Evakuasi truk dan kayu muatannya
berlangsung Kamis (10/10) sore, disaksikan Kapolres Tala, AKBP Sentot Adi
Dharmawan.
Kasatreskrim
Polres Tala, AKP Alvin Agung Wibawa, mengatakan truk terbalik setelah berupaya
melarikan diri dari kejaran petugas. Truk tidak mampu menaiki tanjakan Gunung
Kuning.
“Saat
menjelang malam anggota melihat truk bermuatan kayu log bergerak dari arah Desa
Riam Adungan. Ketika akan disergap, sopir truk berupaya kabur dengan memacu
laju truk ditanjakan Gunung Kuning, hingga akhirnya terbalik,” ujar kasatreskrim.
Petugas
gagal mengamankan sopir truk yang berhasil menerobos kebun sawit di tengah
pekatnya malam. Petugas hanya berhasil mengamankan satu sopir dari tiga truk
yang diamankan.
Tiga
buah truk yang diamankan, saat ini berada di Mapolsek Pelaihari. Sementara
sopir dan pemilik bansaw, menjalani pemeriksaan di Mapolres Tala. (zkl/foto: zul yunus)
