TANAH LAUT, banuapost.co.id–
Program Sistem Penjaminan Mutu Internal (SMPI) yang dilaksanakan di beberapa
sekolah pilihan, terbukti dapat meningkatkan kualitas pendidikan sebagaimana Standar
Nasional Pendidikan (SNP).
Melalui program ini, dapat dengan mudah mengidentifikasi
kelemahan sekolah. Melalui analisa raport mutu, selanjutnya ditentukan program
yang tepat untuk menangani kelemahan.
UPTD SDN 1 Jorong, salah satu sekolah yang ditunjuk melaksanakan
SPMI di Kabupaten Tanah Laut, mampu memperbaiki sekurangnya empat standar
pendidikan. Standar yang mengalami perbaikan, kelulusan, isi, proses, dan
standar penilaian.
Pernyataan ini terungkap dalam best practice yang
dipresentasikan tim SDN 1 Jorong di depan dewan juri saat kegitaan desiminasi
pada Gebyar Sekolah Model di Kabupaten Tanah Laut, Rabu (6/11).
Kegiatan desiminasi di halaman Kantor Disdik Tanah Laut, menampilkan lomba best practice yang diikuti
20 sekolah di kabupaten Tanah Laut. Terdiri dari 10 sekolah model jenjang SD, delapan
sekolah model jenjang SMP, dan dua sekolah model jenjang SMA.
Dalam karya ilmiah best practice, terungkap pelaksanaan
SPMI di SDN 1 Jorong bukan hanya dapat mengatasi sejumlah intern sekolah, juga
telah mampu memberi imbas positif ke sekolah lain. Pengimbasan berupa kegiatan
workshop yang melibatkan sekolah lain sebagai sasaran.
Kepala SDN 1 Jorong yang juga ketua tim, Siti Rapiah
Bakhny, mengaku beruntung sekolahnya berkesempatan menjalankan program ini.
Meski demikian, Siti Rapiah juga berharap program dapat
merata dilaksanakan disekolah lain. “Kami memperoleh banyak pengalaman. Semoga
ke depan sekolah lain juga mendapat kesempatan yang sama. Karena program ini
terbukti dapat memotivasi kita untuk bekerja lebih baik,” ujarnya di sela
presentasi.
Taufik
Nor, guru anggota tim SDN 1 Jorong, menambahkan, SPMI merupakan suatu kesatuan
unsur yang meliputi organisasi, kebijakan dan proses erpadu, mengatur segala
kegiatan untuk meningkatkan mutu pendidikan.
Sehingga
sangat tepat dilaksanakan di satuan pendidikan sekolah sebagai ujung tombak
pelaksanaan pendidikan. “Dengan menjadi anggota tim SMPI di sekolah, akan mendidik mental kita untuk mengerjakan
sesuatu lebih terencana dan tersistematis. Saya bersyukur bisa berada di tim
ini,” ujarnya.
Guru
berprestasi asal kabupaten Tanah Laut ini, berharap agar hasil kerja timnya
bisa maksimal dan memberi inspirasi bagi sekolah lain. “Semoga saja,” ucapnya.
(*/uza/foto: ist)
