GAMBUT, banuapost.co.id– Sesekali Mulkani (40), terlihat merapikan selimut menutupi sebagian tubuh istrinya, Arfah (40), yang terbaring lemah di rumah mereka, di Handil Pudak Guntung Papuyu RT 4, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar.
Sambil merapikan selimut berwarna merah putih bermotif
bunga itu, Mulkani sesekali melihat cairan di selang infus yang terpasang di
tangan kanan istrinya. Mulkani nampak telaten mendampingi istrinya yang baru
saja keguguran bakal calon anak ke empat mereka.
Istrinya, Arfah , menurut Mulkani, keguguran pada Rabu
(27/11) malam. Beberapa jam sebelumnya, pada sore harinya, istrinya sempat jatuh
terduduk saat mendengar suara ledakan.
Belakangan, suara tersebut diketahui dari pemusnahan
bahan peledak kadaluwarsa milik perusahaan oleh Direktorat Intelkam Polda
Kalsel yang pelaksanaanya dilakukan Tim Gegana Brimob Polda Kalsel.
“Sore itu istri saya mau mandi. Tiba-tiba terdengar suara
ledakan. Karena kaget, dia jatuh terduduk. Waktu itu masih bisa berdiri lagi,
tapi malam harinya, sekitar setelah Salat Isya, janinnya keluar,” kata Mulkani,
yang merupakan Ketua RT di tempat tinggalnya.
Menurut Mulkani, pasca keguguran, istrinya ditolong bidan
desa dengan dipasangi infuse. Keinginan Mulkani membawa istrinya ke rumah sakit
terkendala kepesertaan BPJS keluarganya tidak bisa digunakan. Karena setahun
terakhir menunggak pembayaran.
“Maunya dibawa ke rumah sakit. Tapi biayanya tidak ada,”
kata Mulkani yang sehari-harinya merupakan buruh serabutan.
Diakui Mulkani, pasca ledakan ada petugas Polsek Gambut
yang melakukan pendataan. Lewat pendataan itu, ia dijanjikan mendapat bantuan
untuk perawatan kesehatan istrinya.
Terpisah, Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol M Rifai,
yang diminta konfirmasinya, mengatakan kepolisian siap menanggung biaya
pengobatan bagi para korban yang terdampak.
“Saat itu terus dilakukan
pendataan. Bagi warga yang terdampak, silahkan lapor ke Babinkamtibmas.
Nanti akan ditindaklanjuti,” kata Rifai.
Lokasi peledakan berjarak sekitar lima kilometer dari
rumah pasangan suami istri Mulkani Dan Arfah. Tepatnya di sebuah lahan kosong
di Desa Tambak Padi, Kecamatan Beruntung Baru, Kabupaten Banjar. (emy/foto: deny)
