BANJARMASIN, banuapost.co.id– Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan Bank Kalsel soal informasi pendapatan. Sementara kredit macet yang tengah diselesaikan salah satu BUMD Provinsi Kalsel itu, masih ratusan miliar rupiah.
Wanti-wanti soal informasi pendapatan dan kredit macet
tersebut dikemukakan Ketua OJK Regional IX Kalimantan, Riza Aulia Ibrahim, yang
diminta komentarnya, Ahad (29/12).
Riza tak menampik soal kredit macet dialami hampir semua
bank, termasuk Bank Kalsel. Namun yang penting, bagaimana bank menyelesaikan
dan memperbaikinya.
“Mesti kita lihat, bagaimana bank menyelesaikan dan
memperbaikinya. Ada sejumlah kredit macet di bank lain yang juga terjadi,” tandasnya.
Sementara upaya yang dilakukan Bank Kalsel sendiri,
lanjut Riza, pasti melakukan penagihan dan berupaya mendapatkan agunan tambahan
atau menjual agunan yang ada.
“Tentunya apa yang telah dilakukan Bank Kalsel, ada yang
sudah berhasil dan ada juga yang masih proses. Begitupun jika dilihat dari sisi
risikonya, Bank Kalsel pasti sudah membentuk cadangan,” imbuh Riza.
Dengan membentuk cadangan untuk operasional, sambung
Riza, setidaknya sudah menitimidasi risiko. Karena itu jika tahun berikutnya berhasil,
menjadi ranah tambahan.
“OJK selaku pengawas, mengupayakan agar bank
membentuk cadangan cukup. Oleh sebab itu, tidak boleh mengakui pendapatan
terlebih dahulu, jika cadangan belum cukup.” ucap Riza mengingatkan.
OJK Regional IX Kalimantan sebagai pengawas dan regulatur,
tambah Riza, memiliki harapan besar agar bank-bank beroperasi secara sehat.
“Dengan kondisi sehat, secara tidak langsung juga memilki
andil meningkatkan perekonomian masyarakat,” pungkasnya. (oie/foto: olive)
