JAKARTA, banuapost.co.id– Presiden Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari, Muhammad Rizali, berkesempatan mengikuti Pendidikan Instruktur Nasional Moderasi Beragama (PIN-MB).
Kegiatan yang digagas Direktorat Jenderal Pendidikan
Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama itu, berlangsung di Jakarta, 27 hingga 30
Desember 2019.
PIN-MB ini dibagi menjadi dua kategori, yaitu dosen dan
mahasiswa. Kelas dosen dilaksanakan di Pusdiklat Ciputat, Jakarta. Sementara kelas
mahasiswa dilaksanakan di Parung Bogor, Jawa Barat.
Penyelenggaraan PIN-MB tahun ini berbeda dengan kegiatan sebelumnya.
Pada kegiatan ini, kemenag langsung memanggil by name nama-nama mahasiswa PTKIN
terbaik, baik dari unsur DEMA, Bidikmisi dan lainnya.
M Rizali mengaku termotivasi untuk mengikuti kegiatan
tersebut, mengingat tingginya tingkat radikalisme dan ekstremisme di perguruan
tinggi.
“Karena kondisi demikian, mahasiswa harus bergerak melawan segala bentuk ekstremisme, radikalisme dan terorisme tersebut,” katanya, Rabu (1/1) pagi.
Terlebih lagi, lanjut Rizali, bahayanya paham radikalisme
sudah mulai merambah ke perguruan tinggi
dan menggurita. Tidak hanya pada tatanan mahasiswa, tapi juga dosen.
Karena itu terkait kegiatan PIN-MB tersebut, menurut Rizal,
akan ada rencana tindak lanjut di kampus masing-masing.
“Saya sudah komitmen akan membuat dialog tentang
moderasi beragama. Kebetulan ada kegiatan instruktur, maka menambah motivasi
untuk menjadi pegiat moderasi dalam beragama antar anak bangsa,” pungkas Rizal.
(yb/foto: ist)
