BANJARMASIN, banuapost.co.id– Empat pelajar Kalsel yang tengah menimba ilmu di Provinsi Nanjing, China, terpaksa dilakukan observasi setibanya di Bandara Internasional Syamsudin Noor, Sabtu (8/2) sore.
Mendarat sekitar pukul 16:30 Wita dengan pesawat Lion Air No. Flt JT524 Cengkareng-Banjarmasin,
ke-4 pelajar itu termonitoring alat pemindai tubuh Kantor Kesehatan Pelabuhan
(KKP) di terminal kedatangan, memiliki suhu badan melebihi panas di atas
rata-rata.
“Sekitar pukul 17:05 Wita, keempat penumpang di bawa pihak
dinas kesehatan keluar Bandara Syamsudin Noor untuk penanganan lebih lanjut dan
dilakukan pengawasan selama masa inkubasi 14 hari di daerah asal masing-masing,”
ujar satu petugas KKP yang wanti-wanti tak mau disebutkan namanya.
K-4 pelajar Kalsel yang menimba ilmu di provinsi yang
berada sekitar 500 km dari pusat penyebaran virus corona, Provinsi Wuhan, M
Shalahuddin Ayyubi (19), warga Jl Gerilya, Kelurahan Rantau Kanan, Kecamatan Tapin
Utara, diibawa ke Dinas Kesehatan Tapin.
Adha Yudha Tri Buana (19), warga Benua Tengah, Kecamatan Takisung,
Tanah Laut, dibawa ke Dinas Kesehatan setempat.
M Shada Nasywa (19), warga Komplek Perdana Griya Asri, Murung
pudak, Kecamatan Tabalong, dibawa ke Dinas Kesehatan setempat.
Kemudian M Fitrian Azhari (19), warga Jl HM Syarkawi, . Matang Ginalun, Kecamatan Pandawan,
HST, dibawa ke Dinas Kesehatan Barabai. (yb/foto:
ist)
.
