SAMPIT, banuapost.co.id– Mega proyek pembangunan wisata Pantai Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim), terancam molor.
Pasalnya meski tahap pertama sudah
ada hasil, namun tahap keduanya justeru tidak ada kejelasan anggaran. Karena APBD Kotim 2020 mengalami defisit
keuangan.
Total anggaran untuk mewujudkan
salah satu destinasi wisata di wilayah Provinsi Kalteng ini, Rp 37, 6 miliar, bersumber
dari APBD Kotim. Pembangunan yang dimulai sejak Maret 2019, dilakukan dalam tiga
tahap hingga 2021.
“Tahap pertama Rp 18 miliar. Sedang
tahap kedua, belum jelas berapa anggaran yang akan dikucurkan,” ujar
rekanan mega proyek itu, Muliyanto, kepada banuapost.co.id,
baru-baru ini.
Padahal rencana awalnya, sambung
Muliyanto, destinasi wisata Pantai Ujung Pandaran di pertigaan desa nelayan itu,
diperhitungkan akan rampung akhir Maret 2020.
“Namun karena kendala APBD Kotim 2020,
sehingga penganggaran dilakukan menjadi tiga tahapan sampai selesai 2021
mendatang,” jelasnya.
Menurut Muliyanto, pengerjaan yang
sudah dilakukan pada tahap pertama 2019, di antaranya pembersihan lahan,
penimbunan tanah urug, pembangunan siring, taman wisata, sanggar pentas, toilet
dan musala.
Untuk tahap kedua, pembuatan taman
wisata, meratakan lahan taman dan pemasangan paving batako. Sedang tahap tiga, pembangunan rumah toko (ruko) bagi
penjual makanan, minuman dan souvenir pengrajin dari limbah laut.
Tak hanya itu, menurut Muliyanto, pemasangan
tiang pancang pelabuhan menjorok ke laut. Sedang panjang pelabuhan diperkirakan
200 meter.
“Pelabuhan berbentuk seperti
huruf ‘T’ itu, kemungkinan besar tidak masuk dalam anggaran Rp 37,6 miliar. Dananya
mungkin dari pemerintah pusat,” imbuhnya. (umr/foto: ist)
