JIKA sosok HA Sulaiman HB (Alm), sebagai Bapak Sepakbola Kalsel, karena PS Barito Puteranya eksis di kancah Liga Utama Indonesia, hingga sekarang ini. Begitupun halnya dengan pengusaha senior asal Bumi Antasari yang satu ini. Bahkan keduanya, seperti ditakdirkan untuk bertetangga di bilangan Kampung Melayu, Banjarmasin Tengah.
Sederhana dan familiar. Itulah Anton Gunadi, sang pendiri
Bina Benua Group. Tak jauh berbeda dengan Haji Leman, sapaan akrab pendiri
Hasnur Group itu. Keduanya sama-sama penggila olahraga.
Jika Haji Leman begitu gilanya dengan sepakbola, sehingga
meski dalam kondisi terbaring sakit pun, waktu itu, mendirikan PS Barito
Putera.
Sementara Anton Gunadi, olahraga yang berasal dari Poona, sekarang
disebut Pune, bagian negara India yang ada di bawah pemerintahan Inggris selama
ratusan tahun.
Namun permainan ini tidak
berkembang, hingga para perwira perang Inggris membawanya ke negara kerajaan
itu. Pertama kali dimainkan secara resmi di Kota Badminton, tempat kediaman
Duke of Beaufort.
Begitu hobi dan gilanya akan bulutangkis yang telah menunjukan
peradaban bangsa di kancah dunia, pria berusia 70 tahun ini, seperti tak sangup
lepas ikut mengembangkan olahraga yang sebagian besar dari bulu ayam dan tali
nilon tersebut.
Bahkan sosok pengusaha sukses kelahiran 23 Januari 1950
itu, didaulat hingga empat kali sebagai Ketua Umum Pengurus Bulutangkis Seluruh
Indonesia (PBSI) Kalsel. Amanah yang sebelumnya tidak pernah terjadi dalam
sejarah kepenguruan tingkat provinsi cabang olahraga manapun.
Konsistensi dan komitmen pendamping Ny Lailawati Gonadi menakhodai
kepengurusan olahraga tepokbulu selama 16
tahun, tak urung mendapat apresiasi yang tinggi. Baik dari Pengurus Besar (PB)
PBSI, Gubernur H Sahbirin Noor, maupun Komite Olahraga Nasional Indonesia
(KONI) Kalsel.
Apresiasi terungkap usai dilakukan pelantikan dan
pengukuhan Kepengurusan PBSI Kalsel 2019 – 2023 di Ballroom Swiss Bell Hotel,
Sabtu (22/2) malam.
Ayah dari 1 putri dan 2 putra ini, dalam kepengurusan ke-4
kali tersebut, didampingi seorang intelektual di pengurus hariannya, Edy
Sukarno, yang selama ini berkontribusi banyak dalam melahirkan regulasi di PB
PBSI.
Belasan tahun mengurusi olahraga yang notabene dengan
duit-duitnya, tak sedikitpun membuat engkong
delapan cucu (2 perempuan dan 6 laki-laki) surut langkah.
Padahal bagi kebanyakan pengusaha, bisa kapok tak
ketulungan. Bagaimana tidak. Dalam dunia bisnis rumus yang berlaku, masuk harus
lebih besar dari yang keluar.
Nah ini, 16 tahun cuma menggelontorkan. Baik untuk
pembinaan, keikutsertaan di kejurnas, hingga event yang digelar di provinsinya
sendiri demi pencarian bibit.
Jadi
sangat wajar ketika Ketua Harian Alex Tirta, yang mewakili Ketua Umum PB PBSI,
Wiranto, dalam sambutanya memberikan apresiasi yang sangat tinggi.
“Sebuah kepercayaan yang selama ini tidak pernah ada dalam cabang
orahraga di tanah air,” ujar Alex.
Karena itu, sambung Alex, sosok Anton Gunadi yang sudah empat kali
tak tergantikan dalam mengurus olahraga bulutangkis di Kalsel, sangat pantas
dianugerahi bintang.
“Jika
sebelumnya dari KONI Kalsel menyebut sebagai Bapak Bulutangkis Kalsel, maka
dari PB PBSI pantas dianugerahi bintang,” tandas Alex.
Bintang, entah di manapun posisinya, selalu memiliki tempat
terhormat. Jika dia di pundak, seperti di sebuah institusi atau lembaga negara,
setidaknya telah melalui berbagai tempaan ujian dan dedikasi yang diberikan
untuk bangsa tak terhingga. Begitupun
jika dia berada di angkasa luas, hanya dengan bermimpilah untuk bisa
menggapainya.
Selamat bertugas Pengprov PBSI Kalsel 2019 – 2023, semoga melahirkan
pebulutangkis yang dapat mengharumkan nama Bumi lambung Mangkurat di tingkat
nasional, dan mengibarkan Sang Saka di pentas dunia. (yebe/aktivis media)