JAKARTA, banuapost.co.id– Terganggunya sektor pariwisata Indonesia imbas penyebaran virus Covid-19 atau Corona Virus, juga menjadi perhatian Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).
China yang menjadi salah satu penyumbang wisatawan
terbesar bagi Indonesia, sudah menutup keluar masuk akses warganya untuk
berpergian. Begitu juga Singapura dan kini Korea Selatan yang sedang berperang
melawan virus ini, karena lonjakan wabah yang cukup signifikan.
Kondisi demikian, menurut Ketua Umum BPP HIPMI, Mardani H
Maming, sudah seharusnya industri pariwisata Indonesia menggenjot promosi dan tempat
wisata serta budaya daerahnya.
“Ini mengingat, hingga sekarang ini Indonesia masih
dinyatakan aman dari wabah virus korona. Sehingga dapat menarik pelancong akan
tujuan alternatif berwisata,” jelas pengusaha muda sukses asal Batulicin, Tanah
Bumbu, Kalsel, Rabu (26/2), di Jakarta.
Dengan digenjotnya industri pariwista ini, sebagaimana
keinginan Presiden Joko Widodo, sambung Mardani, sudah sangat tepat. Terlebih lagi
dengan dikeluarkannya kebijakan insentif untuk sektor tersebut.
“Kebijakan ini sebagai bukti Presiden Jokowi sangat
memperhatikan industri pariwisata kita sebagai salah satu sumber pendapatan terbarukan.
Insentif ini sebaiknya segera di jalankan, karena memang tepat sasaran,” tandas
CEO Holding PT Batulicin 69 dan PT Maming 69 yang membawahi entitas 55 anak
usaha di berbagai bidang itu.
Menurut Mardani, insentif bagi maskapai penerbangan
karena seperti diketahui harga tiket domestik cukup tinggi. Sehingga dengan
diberikan diskon, dapat menarik minat wisatawan dalam negeri yang jumlah
pasarnya juga sangat besar.
“Juga yang tidak kalah penting, promosi dan lebih
menggalakan event-event pariwisata skala Internasional di setiap daerah yang
memiliki tempat tujuan wisata yang menarik ” ujar mantan Ketua Umum Asosiasi
Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) ini. (yb/b2n/foto: ist)