BANJARMASIN, banuapost.co.id– Meski masa PSBB tahap 3 di Kota Banjarmasin sudah berakhir, korban akibat terinfeksi virus korona, terus meningkat. Bahkan sudah mencapai 419 kasus di antara 918 Kasus Covid-19 Kalsel per Ahad (31/5).
Dengan kondisi terus bertambahnya korban akibat terpapar Covid-19 ini di Kota Banjarmasin, tentu saja tidak dapat diprediksi kapan berakhirnya.
Meski demikian, pelandaian kurva Covid-19 kuncinya ada di masyarakat Kota Banjarmain itu sendiri dengan disipilin dalam mematuhi protokol kesehatan sebagaimana yang telah ditetapkan pemerintah.
“Karena itu untuk menekan, bahkan menghilangkan pandemi virus korona ini, sangat tergantung peran serta masyarakat Kota Banjarmasin,” ujar juru bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTP2) Covid-19 Kota Banjarnasin, Machli Riyadi.
Kenapa harus melibatkan masyarakat, sambung Machli, karena upaya yang paling jitu dalam memutus mata rantai penyebaran virus tersebut memang ada di masyarakat.
“Oleh sebab itu tanpa disadari, masyarkat lah yang menentukan kapan wabah ini akan berakhir atau wabah ini akan berlanjut terus-menerus,” tandasnya.
Tim kesehatan, sambung Machli, selama ini seperti tak bosan-bosannya mengedukasi masyarakat. Sehingga tinggal bagaimana masyarakat menerapkannya.
Selain edukasi yang akan terus dilakukan, menurut Machli, rapid test dan test swab juga akan terus dijalankan secara indikasi selektif.
“Sesuai dengan kebijakan PSBB yang berakhir tadikan? Sehingga indikasi pemeriksaan rapid test juga terselektif. Begitu juga swabnya, akan terselektif” jelas Machli.
Ditegaskan Machli, sekarang ini pesan yang paling penting, membangun kesadaran seluruh kelompok-kelompok masyarakat akan pentingnya pemakaian masker saat keluar rumah, sosial distancing patut ditaati, kebersihan tangan tetap harus dijaga.
“Hal-hal kecil tersebutlah yang harus kita bangun menjadi budaya dalan tatatan baru atau new normal,” imbuh Machli. (ham/foto: ist)