JAKARTA, banuapost.co.id– Kapolri Jenderal Pol Idham Azis, memberikan kenaikan pangkat luar biasa kepada Brigadir Leonardo yang gugur akibat diserang orang tak dikenal dengan samurai ketika tengah bertugas di Maposek Daha Selatan, Senin (1/6)dini hari.
“Sudah, Pak Kapolri berikan penghargaan KPLB,” ujar Kapolda Kalsel, Irjen Pol Dr Nico Afinta, yang diminta konfirmasi di Jakarta, Senin (1/6).
Dalam peristiwa yang terjadi di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) itu, selain Brigadir Leonardo yang gugur dalam tugas, rekannya Brigadir Djoman Sahat Manik Raja, menderita luka-luka akibat sabetan samurai.
Selain kenaikan pangkat luar biasa, Kapolri Jenderal Idham Azis juga menginstruksikan Kapolda Kalsel dan jajaran membantu dan memberikan santunan kepada keluarga yang ditinggalkan.
“Kapolri dukung, saya dengan seluruh anggota Polda Kalsel juga mendukung. Karena satu anggota kami kesulitan, maka seluruh anggota siap mendukung,” tandas Pati Polri bintang dua yang belum se umur jagung jadi orang nomor satu di jajaran Polda Kalsel itu.
Irjen Pol Nico dan jajaran sudah menyambangi kediaman korban. Bahkan pihaknya akan membantu biaya sekolah anak-anak korban yang masih kecil.
“Anak korban ada dua, masih kecil-kecil. Satu umur 7 tahun dan satu 4 tahun. Saya ke kediamannya menyampaikan duka cita, baik dari Pak Kapolri, juga jajaran Polda Kalsel,” imbuh Irjen Nico.
Menyinggung kasus penyerangan ke salah satu markas polisi di HSS itu, dikemukakan kapolda, jajaranya tidak akan segan melakukan tindakan tegas bagi para pelaku teror.
“Tidak ada ruang sedikit pun di Kalsel bagi kelompok terorisme,” tegas Irjen Pol Dr Nico.
Seperti diberitakan, Mapolsek Daha Selatan, HSS, diserang OTK yang diduga teroris dengan sebilah samurai, Senin (1/6) dini hari sekitar pukul 02:15 Wita.
Sebelum menyerang dan melukai anggota yang bertugas, pelaku membakar satu mobil patroli milik polsek tersebut.
Polisi pun melakukan tindakan tegas. Satu pelaku yang melakukan perlawanan, terpaksa disukabumikan. Sedang seorang lainnya diamankan. (yb/jack/foto: ist)