BATULICIN, banuapost.co.id– Bertengger di peringkat 4 sebagai daerah dengan korban akibat terinfeksi virus korona terbanyak dengan 141 kasus, Sabtu (13/6), Kabupaten Tanah Bumbu jadi sasaran monitoring dan evaluasi (monev) Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTP2) Covid-19 Kalsel.
“Rencananya monev dalam penanganan Covid-19 di Kabupaten Tanah Bumbu Minggu (14/6),” jelas Sekda Tanbu, H Rooswandi Salem, di sela-sela rapat persiapan penyambutan TGTP2 Covid-18 Kalsel, Sabtu (13/6).
Monitoring dan evaluasi TGTP2 Covid-19 Kalsel, lanjut sekda, akan meninjau beberapa kawasan ruang publik, seperti pusat perbelanjaan, tempat karantina, rumah sakit dan lingkungan pelabuhan fery.
“Karena itu untuk kesiapannya, warga diingatkan untuk tetap dalam protokol kesehatan sesuai dengan SOP menuju ke tatanan baru atau new normal,” jelasnya.
Menurut Rooswandi, sekarang ini ada sedikitnya 16 Kampung Tangguh Banua yang berdiri di desa-desa di Kabupaten Tanah Bumbu.
Selain sebagai wadah bergotong royong untuk memerangi Covid-19, juga dalam upaya menjaga ketahanan pangan bagi masyarakat Tanah Bumbu.
“Di kampung tangguh ini ada anggota TNI Polri, dinas kesehatan, perhubungan, Satpol PP dan relawan Covid-19 yang selalu berjaga,” jelas sekda.
Turt hadir dalam rapat koordinasi persiapan penyambutan monev TGTP2 Covid-19 Kalsel itu, Kapolres AKBP Sugianto Marweki, Dandim 1022/TNB, letkol Czi Bintarto Joko Yulianto.
Kemudian kepala SKPD lingkup Pemkab Tanbu, Kepala BPBD Ryanto Rais, Kadishub M Putu Wisnu Wardana, Disdargi H Denny Rianto, Kasat Satpol PP dan Damkar, Riduansyah, serta Kadiskomimfo, Ardiansyah. (jack/foto: ist)