JAKARTA, banuapost.co.id– Kasus terkonfirmasi virus korona sepanjang Jumat (3/7) hingga pukul 12:00 WIB, tercatat 1.301 kasus baru yang dilaporkan 28 provinsi. Dengan tambahan ini, Covid-19 Indonesia terakumulasi menjadi 60.695 kasus.
Kalimantan Selatan yang dalam beberapa hari terakhir berada di luar lima besar tertinggi penyumbang Covid-19 Indonesia, sebagaimana dilansir dari situs covid.go.id, kini bertengger di peringkat kelima dengan 110 kasus. Peringkat pertama: Jawa Timur: 353, Sulawesi Selatan: 180, DKI Jakarta: 140, dan Jawa Tengah: 134 kasus.
Sedang 6 provinsi yang melaporkan tidak adanya penambahan kasus baru: Kalimantan Barat, Jambi, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Lampung serta Nusa Tenggara Timur
Dari akumulasi 60.695 kasus itu, menurut juru bicara pemerintah terkait penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, dalam jumpa pers yang disiarkan kanal YouTube BNPB, Jumat (3/7) sore, pasien sembuh juga bertambah 901.
“Total pasien yang sudah dinyatakan sembuh ada 27.568. Sementara, pasien yang meninggal bertambah 49, sehingga total menjadi 3.036,” jelas Yuri, sapaan Dirjen Pemberantasan Penyakit Kemenkes RI itu.
Sebelumnya, Kamis (2/7), penambahan kasus positif korona sebanyak 1.624 kasus. Sehingga terakumulasi menjadi 59.394 kasus. 26.667 di antaranya dinyatakan sembuh dan 2.987 meninggal dunia.
Berikut sebaran 1.301 kasus baru dari 28 pronvisi (di luar lima besar): Bali: 66, Kalimantan Tengah: 50, Sumatera Selatan: 36, Sumatera Utara: 33, Jawa Barat: 28, Papua: 26, Nusa Tenggara Barat: 23 dan Banten: 21 kasus.
Kemudian Sulawesi Utara: 19, Kalimantan Timur: 13, Sulawesi Tenggara: 11, Sumatera Barat: 10, Maluku Utara: 10, Maluku: 7, Bengkulu: 6, Gorontalo: 5, Papua Barat: 5, DI Yogyakarta: 4, Riau: 4, Kepulauan Riau: 3, Aceh dan Sulawesi Barat masing-masing dengan 1 kasus.

Sementara data ODP dan PDP, menurut Yuri, ada 38.767 yang diawasi, dan 13.609 yang dipantau. “Kami masih ketat melakukan pemantauan dari orang diduga memiliki kontak erat dengan kasus positif yang kenal dengan ODP sebanyak 38.767 orang,” ujar Yuri.
Setelah dipantau selama 14 hari, sambung Yuri, karena tidak menunjukkan sakit apapun, maka tidak dipantau kembali.
“Sedang PDP yang kita laksanakan perawatan dan pengawasan ketat, sebanyak 13.609,” imbuh Yuri. (yb/foto: ist)