BANJARMASIN, banuapost.co.id– Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, meninjau progres pembangunan Jembatan Sei Alalak.
Dalam tinjauan, Menteri Basuki mengingatkan agar memaksimalkan penggunaan komponen dalam negeri untuk bahan material jembatan.
“Utamakan menggunakan produk dalam negeri. Jangan terlalu cepat mengimpor bahan material jika masih ada produk dalam negeri, walaupun harganya lebih mahal,” ujar Menteri Basuki, Rabu (8/7) malam.
Dalam tinjauan itu, menteri juga mengingatkan agar tetap memperhatikan protokol kesehatan, seperti menjaga jarak fisik, menggunakan masker dan menghindari kerumunan.
Menurutnya, kondisi sekarang ini disebut sebagai “The New Normal”, dimana harus bisa survive melewati pandemi dengan baik, dan dapat mengantisipasinya dalam pelaksanaan pekerjaan.
Jembatan Sei Alalak akan menggantikan Jembatan Kayutangi 1 yang telah berusia sekitar 30 tahun, sekaligus menjadi jalur utama menghubungkan Banjarmasin dengan berbagai wilayah di Kalsel dan Kalteng.
Penyelesaian jembatan diharapkan juga dapat mendukung percepatan pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19.
Bentang utama Jembatan Sei Alalak dirancang dengan menggunakan cable-stayed dan struktur jembatan lengkung dan pertama di Indonesia.
Pekerjaan Jembatan Sei Alalak mengunakan dana dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) senilai Rp 278 miliar dengan kontraktor PT Wijaya Karya (Persero) Tbk-PT Pandji, KSO dengan skema pekerjaan tahun jamak (multiyears). (emy/foto: ist)