BANJARMASIN, banuapost.co.id– Seorang perawat, sekaligus tenaga pengawas (surveillance) di Puskesmas Teluk Tiram, Banjarmasin Barat, yang dinyatakan sebagai pasien positif Covid-19, meninggal dunia Sabtu (11/07) malam. Wafatnya pria 52 tahun ini, menambah daftar catatan tenaga medis yang meninggal lantaran virus korona.
Menurut Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTP2) Covid-19 Kota Banjarmasin, Machli Riyadi, hingga kini sudah ada empat dokter dan dua perawat di Banjarmasin yang wafat karena virus tersebut.
Seiring dengan bertambahnya tenaga medis yang gugur, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin ini mengimbau petugas lainnya selalu mengutamakan keselamatan. Termasuk selama bertugas melakukan tracing dan tracking pasien Covid-19.
“Selalu memperketat diri dengan APD. Karena ini sudah menjadi tugas kita bersama,” imbuh Machli.
Perawat Akhmad Djailani, lanjut Machli, meninggal dunia setelah kurang lebih sembilan hari mendapatkan penanganan di rumah sakit.
“Almarhun sempat dirawat di RS Sari Mulia selama dua hari sebelum dipindahkan ke RSUD Ulin sejak Minggu (5/7),” jelasnya.
Kemudian, sambung Machli, setelah sehari di RSUD Ulin, baru diketahui hasil uji swabnya positif, Senin (6/7). Begitupun dengan rekam medis, tidak ditemukan adanya penyakit lain yang menyertai. (emy/foto: ist)