BOGOR, banuapost.co.id– Ketua DPR RI, Puan Maharani, mendukung dan mengapresiasi perjalanan Badan Intelijen Negara (BIN) menjadi world class intelligence.
“Sudah seharusnya BIN melalui STIN, melahirkan sumber daya manusia di bidang intelijen yang sejajar dengan negara-negara maju lainnya,” kata Puan saat menyampaikan sambutannya dalam Inaugurasi Peningkatan Statuta Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) dan Peresmian Patung Bung Karno di STIN, Bogor, Rabu (9/9).
Puan memuji langkah BIN yang meningkatkan studi keilmuan intelijen di STIN, melalui pembukaan program magister dan doktor, pengembangan kurikulum pendidikan, peningkatan kompetensi atau skill, dan pembaruan berbagai fasilitas pendidikannya.
Karena itu, menurut peretas sejarah wanita pertama Ketua DPR RI ini, sudah seharusnya intelijen Indonesia berdiri sejajar dengan intelijen negara-negara maju lainnya.
“Karena kita adalah bangsa dan negara yang besar,” imbuhnya.
Ditegaskan cucu Sang Proklamator yang juga Presiden Pertama RI, Ir Soekarno, di era siber seperti sekarang BIN harus tahu dan bisa mengantisipasi tentang dark net atau dark web. Tempat banyak informasi rahasia ditukarkan atau diperdagangkan secara ilegal.
“Karena itu, negara meletakkan harapan besar pada pundak BIN, kepada STIN, untuk melahirkan SDM intelijen Indonesia yang memiliki pengetahuan, kecerdasan, dan memiliki rasa pengabdian tinggi kepada bangsa dan negara dalam menjalankan tugas-tugasnya,” ucap Puan.
Saat ini, sambung Puan, kita berada dalam era kemajuan teknologi dan industri yang semakin cepat dan dinamis. Hingga membawa masyarakat kita terbuka dan terhubung secara sosial, budaya, ekonomi, maupun politik.
Sejalan dengan itu, tantangan juga semakin lebar. Mulai dari tantangan globalisasi budaya, informasi tidak terkendali/hoaks, tergerusnya nilai-nilai luhur agama dan budaya, bahkan mulai semakin dirasakan adanya ancaman terhadap keutuhan bangsa dan negara.
“Maka intelijen negara berperan dalam melakukan deteksi dini. Sehingga dapat menangkal segala ancaman terhadap keamanan nasional. Ancaman sosial, ekonomi, budaya, politik, dan militer, dari dalam maupun dari luar,” tandas Puan.
Hadir dalam acara tersebut, Kepala BIN Jenderal Budi Gunawan, mantan Kepala BIN Jenderal (Purn) AM Hendropriyono, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menpan RB Tjahjo Kumolo, Ketua Komisi I DPR RI, Meutia Hafidz, Ketua Fraksi PDIP DPR RI, Utut Adianto. (yb/b2n/foto: ist)