BATULICIN, banuapost.co.id– Sahabat Rumah Belajar diminta memberi imbas kepada guru agar pembelajaran yang diterapkan pada peserta didik dapat menyesuaikan dengan perkembangan dan tututan zaman. Ini sangat penting untuk memajukan pendidikan.
Harapan dikemukakan Kadisdikbud Tanah Bumbu, Sartono, saat menerima audensi Sahabat Rumah Belajar setempat.
“Selamat atas prestasi yang telah ditorehkan Sahabat Rumah Belajar, yang telah lolos level 4. Kami berharap ini dapat terus diperjuangkan hingga dapat terpilih mewakili Kalsel,” ujarnya, Jumat (25/9) siang.
Sahabat Rumah Belajar merupakan status calon Duta Belajar yang telah lulus pada level 4 pada program PembaTIK – digalakkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Di Kabupaten Tanah Bumbu dua orang guru berada pada level ini, yakni Muhammad Yusuf guru SDN Betung dan I Ketut Sumerta guru SMPN 4 Mantewe.
Pada program ini di level selanjutnya, akan memilih perwakilan provinsi sebagai Duta Belajar yang akan berlaga di tingkat nasional.
Sartono menaruh harapan agar perwakilan Kabupaten Tanah Bumbu dapat lolos ke level selanjutnya sebagai Duta Belajar.
“Terus berjuang, karena perjuangan ini juga bagian dari upaya untuk memajukan pendidikan khususnya di Kabupaten Tanah bumbu,” imbuhnya.
Muhammad Yusuf, salah satu Sahabat Rumah Belajar asal Tanah Bumbu, menjelaskan, saat ini ada 30 guru dari berbagai kabupaten/kota di Kalsel yang juga menyandang status sebagai Sahabat Rumah Belajar.
Para Sahabat Rumah Belajar sedang mengikuti program seleksi terbimbing untuk ini memilih 1 orang perwakilan Kalsel yang akan berlaga di tingkat nasional.
“Saat seleksi terbimbing, kami mengikuti pelatihan dan evaluasi secara daring. Kegiatannya cukup padat, setiap hari kami melakukan pembelajaran,” jelasnya.
Sahabat Rumah Belajar lainnya, I Ketut Sumerta, mengungkapkan rasa bangganya bisa berada pada level 4. Capaian ini diperoleh dari ketekunan dan kerja keras.
I Ketut harus mengikuti seleksi pada tiga tingkatan sebelumnya. Level 1 literasi dasar TIK, level 2 implementasi pendalaman dan pengetahuan, dan level 3 kreasi pembuatan karya.
“Ada ribuan guru yang berkompetisi di program ini. Bisa berada pada level ini, merupakan capaian tersendiri. Semoga berimbas pada kualitas pembelajaran,” ujarnya. (uza/foto: ist)