JAKARTA, banuapost.co.id– Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Bank Kalsel kucurkan kredit modal kerja Rp 50 miliar ke PT Permodalan Nasional Madani Venture Capital (PNMVC).
Kucuran kredit modal kerja tersebut, karena anak perusahaan PT PNM yang berdiri sejak 28 Oktober 1999, memiliki komitmen yang sama mendukung peningkatan UMKM nasional.
Kesamaan visi yang akhrnya membuahkan jalinan kerja sama, diiringi dengan penandatanganan akad kredit di Ruang Meeting PT PNM (Persero) Menara Taspen, Jakarta, Senin (16/11).
Teken kerja sama ini dilakukan Kepala Divisi Kredit Bank Kalsel, Marthin Jonathan L. atas kuasa Direktur Utama Bank Kalsel. dan Direktur Utama PT. PNMVC, Sasono Hantarto, dengan disaksikan Komisaris Utama Bank Kalsel beserta jajaran, serta Komisaris dan jajaran Direksi PT PNMVC.
Kredit modal kerja yang dikucurkan, selanjutnya akan dipergunakan untuk kebutuhan pembiayaan modal kerja di bidang usaha modal ventura, terkhusus pada pembiayaan usaha produktif Perusahaan Pasangan Usaha (PPU) anak perusahaan PT PNMVC.
Seperti diketahui, pandemi Covid-19 telah berimbas pada tatanan stabilitas perekonomian nasional, tak terkecuali di daerah. Sehingga menuntut masyarakat lebih kreatif dan berinovasi mencari serta menggeluti peluang-peluang usaha baru untuk mampu bertahan.
Bahkan Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi nasional pada kuartal III-2020, minus 3,49 persen yang kemudian menjadikan Indonesia berada dalam kondisi resesi untuk kali pertama sejak 1998.
Kondisi inipun membuat Bank Kalsel sebagai Bank Pembangunan Daerah di Kalsel, berkomitmen mendukung peningkatan perekonomian daerah. Salah satunya dengan menyalurkan kebutuhan permodalan bagi pelaku UMKM daerah.
Bank Kalsel tentunya tidak dapat bergerak sendirian. Perlu adanya kerja sama dengan lembaga-lembaga lainnya, khususnya yang fokus terhadap pembiayaan kepada masyarakat pelaku UMKM yang sedang berupaya membuka peluang-peluang usaha baru.
Menurut Marthin Jonathan L, Kepala Divisi Kredit Bank Kalsel, betapa pentingnya dukungan dari segala pihak bagi para pelaku UMKM. Selain dinilai memiliki potensi dan kontribusi yang besar terhadap perekonomian nasional, UMKM disebut pula sebagai tulang punggung ekonomi nasional ditinjau dari kemampuannya untuk bertahan dalam perubahan kondisi yang cepat, seperti yang pernah terjadi pada krisis global 1998.
“Kita semua mengetahui, UMKM merupakan salah satu pondasi perekonomian nasional, tak terkecuali di daerah,” jelas Marthin.
Atas hal tersebut, sambung Marthin, Bank Kalsel meyakini dukungan yang masif terhadap pelaku UMKM dinilai sangat penting untuk dilakukan dalam rangka mempercepat pemulihan ekonomi nasional yang saat ini berada dalam kondisi yang kurang baik.
Apresiasi juga disampaikan H Ary Bastari, Komisaris Utama Bank Kalsel, dalam menyikapi kerja sama yang dilakukan.
“Dengan adanya kerja sama permodalan ini, diharapkan dapat meningkatkan sinergitas bisnis positif dalam mendukung peningkatan kinerja kedua belah pihak, terkhusus memiliki manfaat bagi para pelaku UMKM dalam mengakses kebutuhan permodalan maupun pendampingan usaha,” kata Ary.
Selain itu, imbuh Ary, sebagai fondasi utama dalam peningkatan perekonomian nasional, kerja sama ini juga diharapkan dapat berperan dalam menyokong program pemerintah untuk pemulihan ekonomi nasional. (oie/foto: ist)