BANJARBARU, banuapost.co.id– Kemenkumham RI memberikan penghargaan Peduli HAM kepada 10 kabupaten/kota di Kalsel.
Ke-10 kabupten/kota itu, Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tanah Laut, Tapin, HSS, HST, Balangan, Tanah Bumbu, dan Tabalong.
Sementara tiga daerah lainnya, Barito Kuala, HSU dan Kotabaru, mendapat predikat Cukup Peduli HAM. Sedang Provinsi Kalsel mendapatkan penghargaan sebagai Provinsi Pembina Peduli HAM.
Selain 13 kabupaten/kota dan Pemprov Kalsel yang meraih penghargaan, enam satuan kerja di lingkup Kanwil Kemenkumham Kalsel juga meraih penghargaan pelayanan publik berbasis HAM.
Penghargaan diberikan seiring dengan diperingatinya Hari HAM se dunia oleh Kanwil Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Provinsi Kalimantan di Gedung Idham Chalid, Senin (14/12) pagi.
Kakanwil Kemenkumham Kalsel, Agus Toyib, dalam sambutannya berharap di tahun berikutnya 3 kabupaten yang hanya mendapat predikat Cukup Peduli HAM, lebih ditingkatkan lagi.
“2021 nanti akan lebih kami dorong lagi agar ke depannya bisa jauh lebih baik lagi, terlebih untuk Batola, Kotabaru, dan HSU,” ujar Agus.
Karena itu, lanjut Agus, ke depan fokus bagaimana melayani, menghormati dan melindungi hak asasi manusia. Pemerintah daerah dan Kanwil Kemenkumham, akan bersinergi bersama untuk kenyamanan masyarakat.
Sementara Pj Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali, mengapresiasi capaian yang diraih setiap kabupaten/kota serta provinsi, setidaknya telah menjalankan amanat UUD 45, pasal 28 ayat (4).
“Pelaksanaan pemenuhan pelayanan publik oleh pemerintah, harus kita dukung sepenuhnya. Karena merupakan bagian dari program kemajuan HAM,” kata Roy.
Oleh sebab itu, sambung Roy, perlu dipahami apabila berbagai ketegasan, upaya dan aksi yang dilakukan pemerintah, diwajibkan untuk dilaksanakan seluruh kompenen masyarakat.
“Tujuannya agar nilai-nilai standar dan aturan-aturan serta hak asasi, dapat direalisasikan dalam segala aspek kehidupan dan kemasyarakatan,” tandasnya.
Upaya memperbaiki dan meningkatkan kinerja tersebut, imbuh Roy, bukan untuk perlombaan atau hanya mengejar prestasi. Karena sekarang ini, masyarakat sudah lebih kritis.
Kegiatan yang mengusung tema: ‘Recover Better – Stand Up for Human Rights’, juga dihadiri jajaran Kanwil Kemenkumham kabupaten/kota se Kalsel. (oie/foto: olivia)