PELAIHARI, banuapost.co.id– Sedikitnya 6 kecamatan di Kabupaten Tanah Laut, Jumat (1/1), terendam. Akibatnya, ratusan rumah pun terdampak. Genang terjadi karena curah hujan yang cukup tinggi dalam beberapa hari berturut-turut.
Dampak tingginya curah hujan tersebut membuat beberapa sungai di Tala meluap dan menggenangi Kecamatan Pelaihari, Bajuin, Tambang Ulang, Bati Bati, Kurau dan Bumi Makmur.
Genangan cukup parah terjadi di Desa Benua Raya, Kecamatan Bati Bati, dan Desa Handil Negara, Desa Kali Besar, Desa Kurau, Kecamatan Kurau.
Sedang di Desa Gunung Raja, genangan air merendam puluhan rumah di RT 6 dan ruas Trans-Kalimantan.
Sementara di Desa Benua Raya, genangan air di pemukiman sudah berlangsung satu bulan dengan 500 rumah terdampak.
Untuk Kecamatan Kurau, air menggenangi pemukiman di empat desa, Desa Kurau, Padang Luas, Handil Negara dan Kali Besar.
Informasi terakhir yang diterima dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tala, ketinggian air di Kali Besar ada yg mencapai 2 meter, dan di dalam rumah sudah sekitar 30 sentimeter.
Kepala Pelaksana BPBD Tala, M Kusri, yang diminta konfirmasinya, membenarkan adanya genangan di enam kecamatan di Tala. Namun saat ini, personel BPBD Tala tengah memantau kondisi di Kali Besar.
”Desa Kali Besar kondisinya sudah cukup rawan, karena air yang merendam sebagian pemukiman di Tambang Ulang dan Bati Bati melintas di Kali Besar,” jelas M Kusri, Jumat (1/1) malam.
Menurutnya, saat ini ada 10 personel BPBD yang stanby di Kali Besar, untuk mengantisipasi kemungkinan genangan makin parah.
“Ada 10 personel yang siaga di sana, lengkap dengan perahu karet. Karena kemungkinan air akan naik malam ini, menyusul air pasang yang terjadi sekitar pukul 21.00 Wita. Jadi kita siaga kalau-kalau ada warga yang perlu dievakuasi,” ucapnya.
Kali Besar dan Handil Negara serta beberapa Desa di Kurau, pada 2014 juga pernah kebanjiran, Saat itu Khofifah Indar Parawansa menjabat sebagai Menteri Sosial, datang langsung ke lokasi. (zkl/foto: zul yunus)