PELAIHARI, banuapost.co.id– Hujan deras dengan durasi panjang, tidak saja menggenangi pemukiman di beberapa Kecamatan di Tanah Laut, tetapi juga mengakibatkan longsor. Bahkan menelan korban jiwa. Seperti yang terjadi di Desa Tungkaran, Kecamatan Pelaihari Kamis (14/1).
Korban yang terkubur, Ny Mastuah, warga Desa Tungkaran. Saat kejadian, ia bersama suaminya, Asra, sedang berada di kebun yang berada di kawasan RT 5 Desa Panggung Baru.
Menurut Asra, ia dan istrinya beserta anak semata wayangnya, Irfan Maulana, pergi ke kebun di punggung gunung Keramaian. Mereka bertiga berangkat dari rumah sekitar pukul 09:00 pagi. Ketika itu hujan agak reda.
Sesampainya di kebun, Ny Mastuah langsung pergi ke dapur untuk menyiapkan perapian. Sedang Asra berada di depan pondok. Selang berapa saat kemudian, terdengar bunyi benda patah.
Asra yang berada di depan pondok langsung berdiri dan melihat apa yang terjadi. Ternyata tanah longsor sudah menimbun bagian belakang pondok bersama istrinya.
“Saya melihat tanah menimbun dapur pondok dan istri saya,” ucap Asra dengan getir menceritakan kejadian yang baru dialaminya.
Asra mengaku sempat mengais-gais tanah longsor bersama putranya. Namun melihat kondisi yang tidak memungkinkan, ia kemudian memilih pergi meninggalkan lokasi.
“Saya sempat ingin mencari sendiri istri saya, dan saya melihat tangannya sebelum kemudian tertimbun longsor,” ujar Asra.
Solihin, warga RT 5 Panggung Baru, membenarkan adanya kejadian longsor yang menelan korban jiwa itu. Setelah mendengarkan cerita Asra dan anaknya, ia juga melihat punggung Gunung Keramaian yang longsor.
“Benar ada yang tertimbun pada kejadian longsor di dekat rumah saya. Tapi saya tidak berani untuk mendekati lokasi,” kata Solihin yang saat ini terpaksa mengungsi di tempat kerabat.
Sementara, Kasat Sabhara Polres Tala, AKP Adenan, awalnya mengira kejadian tersebut hanya kabar burung. Namun demikian, bersama anggota Sabhara lainnya tetap menuju lokasi.
“Ternyata benar ada tanah longsor yang menimbun warga setempat. Saat mendekati lokasi kami sudah terhalang longsor,” kata kasat.
“Kondisinya tidak memungkinkan untuk melakukan pencarian. Selain hujan masih terus turun, longsor juga masih berlangsung,” jelas Adenan yang terpaksa membawa anak buahnya meninggalkan lokasi. (zkl/foto: zul yunus)