PELAIHRI, banuapost.co.id– Korban longsor di kaki Gunung Keramaian, Kecamatan Pelaihari, Tanah Laut, mengungsi ke kebun karet warga. Sedikitnya sudah ada tujuh pondok berdiri yang dihuni delapan kepala keluarga.
Mereka memilih mendirikan pondok di sela-sela kebun karet agar tidak jauh memeriksa rumah yang ditinggalkan. Sementara untuk kembali ke rumah, mereka masih takut. Karena air yang turun dari gunung, membawa pasir, tanah liat dan bebatuan.
Lokasi pengungsian warga RT 4 dan RT 5 Jl Keramat, berada di RT 4 dengan nama Posko 1. Di lokasi ini terdapat 41 kepala keluarga. Sedang 15 KK pengungsi lainnya, tinggal terpisah di rumah dinas puskesmas dan di belakang kantor dsa.
Sampai Kamis (4/2) sore beberapa ruas jalan di Jl Keramat yang menghubungkan Desa Panggung Baru dengan Desa Tungkaran Buah, masih terlihat timbunan pasir dan tanah liat. Sehingga susah dilintasi kendaraan roda dua.
Menurut Ketua RT 5, Ahmad Rizal Fahmi, semua warganya terdampak longsor kaki Gunung Keramaian, termasuk ia dan keluarganya hingga terpaksa membuat pondok bersama enam pengungsi lainnya.
“Kami juga terpaksa mengungsi karena masih takut tinggal di rumah, terutama saat hujan turun,” katanya.
Sebagian warga lainnya, lanjut Ahmad Rizal, bergabung di rumah kerabat, termasuk di sekitar kediaman Ketua RT 4. (zkl/foto: zul yunus)