BANJARMASIN– Manajemen dan tim Barito Putera menyatakan kekecewaan terhadap wasit Nendi Roehandi yang memimpin laga Laskar Antasari menjamu PSMS Medan di Stadion 17 Mei, Banjarmasin, Minggu (7/10) malam.
“Wasit kami nilai tidak bertindak tegas terhadap sejumlah pelanggaran yang dilakukan pemain PSMS Medan,” ujar Asisten Manajer Barito Putera, Syarifudin Ardasa, didampingi Asisten Pelatih, Yunan Helmi, kepada wartawan, Senin (8/10) malam.
Sikap tidak tegas wasit, lanjut Syarifudin, sempat dipertanyakan di tengah lapangan seusainya pertandingan. Suasananya sangat santai dan dengan kalimat yang tidak kasar serta tidak ada intimidasi.
Namun, menurut Syarifuddin, kemudian muncul pelatih PSMS Medan, Peter Butler, yang tidak diketahui maksudnya untuk apa.
“Kalau dia (Peter Butler, red) bilang mau bersalaman dan mengucapkan terima kasih, gesturnya (gerak tubuh) yang saya lihat bukan seperti itu. Saya melihat gerakan tangannya yang menyikut dagu Yunan. Hal itulah yang menurut saya memicu reaksi sejumlah orang di sekitar kami,” jelasnya.
Syarifuddin menduga, ada upaya Peter Butler melakukan provokasi hingga memicu terjadinya keributan. Namun tidak ada pemukulan.
“Karena itu kami akan melayangkan surat ke PSSI berisi klarifikasi pernyataan Peter Butler yang mengaku kena pukul,” tegas Syarifuddin.
Pernyataan Syarifuddin ini, dikuatkan Yunan Helmi yang juga membantah tuduhan melakukan pemukulan. “Jarak kami cukup dekat dan di situ ada aparat keamanan. Logikanya, bagaimana saya bisa memukul dia,” kata Yunan.
Menurut Yunan, sejak awal dia tidak punya persoalan dengan tim PSMS Medan, baik itu pemain, ofisial maupun tim pelatih.
Usai pertandingan, diakui Yunan, sudah menjadi kebiasaannya menyalami tim lawan. Entah itu Barito Putera, bermain imbang, kalah maupun menang.
“Dengan semua tim dimana pun, termasuk dengan PSMS Medan, saya tidak punya masalah. Begitu juga kali ini. Baik sebelum, saat pertandingan dan setelahnya, tidak ada masalah,” tandasnya.
Meski merasa diprovokasi, timpal Syarifuddin, pihaknya akan menyampaikan permintaan maaf secara khusus kepada PSMS Medan atas ketidaknyaman yang dialami.
Terkait sanksi terhadap Barito Putera, Syarifuddin mengaku belum mengetahuinya. Laporan terkait kejadian, sesuai aturan dilakukan oleh pengawas pertandingan atau pengawas wasit yang selalu hadir di setiap laga.
“Kami berharap, kalau pun ada laporan, informasi yang disampaikan tidak sepihak atau tendensius,” imbuhnya. (emy/foto: iman)