BANJARMASIN, banuapost.co.id– Gencarnya program gemar membaca yang dilakukan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalimantan Selatan, membuat Indeks Pembangunan Literasi 2020-nya tertinggi di Indonesia.
Kabar gembira ini disampaikan Kepala Perpustakaan Sekjen Kemendagri, Amir Machmud, dalam Rapat Koordinasi Nasional Bidang Perpustakaan 2021, Senin (21/03).
Menanggapi kabar gembira ini, Kadispersip Kalsel, Hj Nurliani, mengaku senang karena usahanya mendorong minat masyarakat untuk pengembangan literasi berhasil. Padahal dengan anggaran yang telah dipangkas beberapa kali.
“Meski anggaran kami beberapa kali dipangkas, baik di 2020 dan 2021, tetapi kami tetap konsisten menjalankan program promosi literasi,” ujar Bunda Nunung, sapaan akrabnya ketika diminta komentarnya, Selasa (23/3).
Bahkan meski anggaran dipangkas beberapa kali, lanjut Bunda Nunung, dispersip menyiapkan beberapa program-program yang menjadi prioritas terkait pelayanan publik dan mendukung mewujudkan visi misi Kalsel Cerdas.
Menurutnya, raihan tersebut juga berkat kerja sama yang baik antara dispersip dengan instansi atau lembaga pemerintah maupun non-pemerintah lainnya.
“Padahal itu bukan hanya kerja saya. Tapi juga kinerja anak-anak dispersip lainnya, serta berkat kerja sama dan sinergi yang baik dengan semua pihak, termasuk forkopimda, stakeholder, awak media, pendidik, sastrawan serta seluruh masyarakat Kalsel,” tandasnya. (oie/foto: ist)