JAKARTA, banuapost.co.id– Letjen TNI Ganip Warsito nakhodai Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggantikan Letjen TNI Doni Munardo. Pelantikan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara seusai melantik Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng, Selasa (25/5), berdasarkan Keppres No: 79/P/2021 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala BNPBencana.
Ditunjuknya Letjen Ganip menggantikan Letjen TNI Doni Monardo yang menjabat sejak awal Januari 2019, karena akan memasuki masa pensiun pada Juni mendatang.
Sebelumnya, Ganip menjabat sebagai Kepala Staf Umum TNI sejak pertengahan Januari 2021. Pria kelahiran Magelang, Jawa Tengah, merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) 1986.
Di samping itu, Ganip mengemban sejumlah posisi strategis militer, antara lain Pangkogabwilhan III (2019 – 2021), Asops Panglima TNI (2018 – 2019), Pangdam XIII/Merdeka (2016 – 2018) dan Pangdivit 2/Kostrad (2015 – 2016).
Pati TNI berusia 57 tahun bergelar sarjana ekonomi dan magister manajemen, mengenyam berbagai jenjang pendidikan militer mulai dari Akmil 1986. Selanjutnya sederet pendidikan dijalaninya, Sussarcabif, Selapa I dan II, Seskoad, Sesko TNI, Lemhanas, hingga Sus Dan Brigif.
Sementara, Letjen TNI Doni Monardo yang menjabat lebih dari 2 tahun, sebagaimana dilansir dari laman bnpb.co.id, telah melakukan banyak pencapaian. Kiprah Doni sangat luar biasa selama memimpin penanggulangan bencana di Indonesia.
Pengalaman dalam menangani bencana berskala besar, seperti gempa bumi Sulawesi Barat dan cuaca ekstrem di Nusa Tenggara Barat, serta penanganan pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, sangat diapresiasi banyak pihak.
Berbagai pemikiran dan langkah konkret dilakukan Doni Monardo dalam menumbuhkan organisasi dan penanggulangan bencana di Indonesia. Jargon “Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita” sangat kuat dalam kepemimpinannya sebagai salah satu upaya mitigasi bencana.
Di bawah kepemimpinan Doni, mitigasi vegetasi menjadi model dalam penanganan bencana hidrometeorologi basah dan geologi, seperti banjir, tanah longsor dan tsunami.
Selain itu, pendekatan pentaheliks memberikan nuansa kolaborasi dan kerja sama nyata dalam penanggulangan bencana di Tanah Air. Pentaheliks yang terdiri dari pemerintah, pakar/akademis, lembaga usaha, masyarakat dan media massa, menjadi wujud konkret untuk terus mengkampanyekan penanggulangan bencana adalah urusan bersama.
“Kami mohon pamit sebagai Kepala BNPB, sekaligus sebagai Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19. Juga berakhirnya masa tugas sebagai TNI aktif dan memasuki masa purna bakti,” pesan Doni Monardo secara tertulis. (oie/foto: setpres)