SINGAPURA, banuapost.co.id– Selangkah lagi Timnas Indonesia menjejakkan kaki di semifinal Piala AFF 2020. Namun di laga terakhir Grup B ini, Garuda ditantang Harimau Malaya. Duel dihelat di National Stadium, Kallang, Singapura, Ahad (19/12) malam. Pertandingan disiarkan langsung RCTI pukul 19:30 WIB.
Sementara ini, Indonesia menempati posisi pertama klasemen Grup B dengan koleksi 7 poin dari tiga pertandingan. Sedang Malaysia ada di peringkat ketiga dengan 6 poin.
Hasil imbang sebetulnya sudah cukup membawa Garuda ke semifinal. Namun pelatih Shin Tae-yong dan para pemain Indonesia, pastinya mengincar poin penuh untuk menjuarai grup.
Menjelang duel melawan Timnas Malaysia ini, Indonesia dihantui rekor kurang baik. Kedua tim sudah pernah berjumpa sebanyak delapan kali di turnamen antarnegara Asia Tenggara ini di level senior.
Dari seluruh laga, catatan kemenangan yang diraih skuad Garuda dan Harimau Malaya praktis berimbang. Kedua tim masing-masing meraih empat kemenangan.
Empat kemenangan yang diraih atas Malaysia terjadi di Piala Tiger (nama lama dari Piala AFF) edisi 2002 dan 2005. Dua lainnya pada Piala AFF 2010.
Saat bertajuk Piala Tiger, Indonesia pernah menjegal Malaysia dengan skor 1-0 pada 27 Desember 2002. Indonesia juga menang telak 4-1 pada 3 Januari 2005.
Selanjutnya, dua kemenangan terakhir yang diraih skuad Indonesia terjadi di Piala AFF 2010. Saat kedua tim berjumpa pada babak penyisihan grup, Indonesia menang telak dengan skor 5-1. Kemenangan kedua diraih pada leg II partai final Piala AFF 2010 dengan skor tipis 2-1.
Tentu catatan ini patut menjadi perhatian khusus. Karena Malaysia jelas menjadi salah satu rival bebuyutan skuad Garuda di kawasan Asia Tenggara.
Oleh karena itu untuk mendapatkan hasil sempurna, pemain terbaik tentu yang diturunkan. Termasuk diperkuat bek naturalisasi berdarah Inggris, Elkan Baggott, yang telah menyelesaikan masa karantina.
Elkan harus absen di laga sulit melawan Vietnam, karena harus menjalani karantina usai satu pesawat dengan orang yang teridentifikasi positif Covid-19.
Sekarang Shin Tae-yong punya tambahan amunisi di lini belakang. Menilik laga terakhir melawan Vietnam, Shin nampaknya tak akan lagi menggunakan skema tiga bek.
Pelatih berpaspor Korea Selatan itu, sepertinya akan kembali ke pakem dasar 4-1-4-1 dengan duet Elkan Baggott dan Rizky Ridho di sektor bek tengah.
Sementara untuk dua bek sayap, Pratama Arhan masih akan mengisi sektor kiri dan Asnawi Mangkualam di kanan.
Keempat bek ini bertugas menjaga lini belakang dan menjadi tembok terakhir di depan kiper Nadeo Argawinata yang tampil apik kala melawan Vietnam.
Mengisi sektor gelandang bertahan, Tae-yong kemungkinan kembali memasang Alfeandra Dewangga yang sudah membuktikan diri ketika menahan gempuran Vietnam, atau Rachmat Irianto yang sudah menyumbang dua gol ketika menghadapi Laos.
Kemudian untuk duet gelandang sentral ataupun serang, Ricky Kambuaya yang tampil apik di tiga laga awal, besar kemungkinan akan kembali diduetkan dengan sang kapten, Evan Dimas.
Sedang untuk dua sayap akan diisi Irfan Jaya dan Witan Sulaeman. Mereka akan menopang Ezra Walian yang di dua laga terakhir sebagai tombak tunggal.
Prakiraan pemain Indonesia: Nadeo Argawinata, Asnawi Mangkualam, Elkan Baggott, Alfeandra Dewangga, Pratama Arhan; Rachmat Irianto; Witan Sulaeman, Evan Dimas, Ricky Kambuaya, Irfan Jaya, Dedik Setiawan. (yb/ilust: bola)