BANJARMASIN, banuapost.co.id – Belasan mahasiswa dan aktivis lingkungan yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan datang ke Balai Kota Banjarmasin, Rabu (12/3) pagi.
Kedatangan mereka untuk menggelar aksi unjuk rasa sebagai bentuk protes terhadap kondisi darurat sampah yang terjadi di Kota Banjarmasin.
Wali Kota Banjarmasin, H.M Yamin HR didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Alive Yoesfah Love hadir menemui massa aksi yang membawa kantong-kantong sampah sebagai simbol dari permasalahan sampah yang semakin memprihatinkan di kota berjulukan Seribu Sungai ini.
Kepala DLH Kota Banjarmasin, Alive Yoesfah Love menyampaikan permohonan maaf atas kondisi Banjarmasin dan status ‘darurat sampah’ yang masih diberlakukan hingga kini.
“Atas nama Dinas Lingkungan Hidup, kami memohon maaf jika ada hal yang tidak enak dengan adanya sampah di Banjarmasin saat ini,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin, M Yamin HR mengapresiasi massa aksi yang sudah peduli terhadap kondisi darurat sampah di Kota Banjarmasin, “Kami sangat mengapresiasi apa yang mereka lakukan adalah bentuk keprihatinan terhadap Kota Banjarmasin,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia menyebutkan langkah-langkah yang sudah dilakukan dari DLH Kota Banjarmasin, “DLH sudah bersurat untuk audiensi ke Kementerian Lingkungan Hidup, serta langkah-langkah pemilahan dibeberapa titik yang sudah dilaksanakan juga,” jelasnya.
Salah satu orator unjuk rasa tersebut, yakni mantan Presiden Mahasiswa BEM UNISKA, Habibillah Al Badari menuntut Pemko Banjarmasin, khususnya DLH untuk segera mengambil tindakan nyata dalam mengatasi darurat sampah.
“Kami merasa prihatin dengan kondisi sampah di Banjarmasin, tumpukan sampah dimana-mana, mencemari lingkungan dan menggangu kesehatan masyarakat,” ucapnya.
Ia mengatakan ada beberapa poin tuntutan yang diajukan, yang pertama, menuntut Pemko Banjarmasin untuk bisa mengatasi krisis sampah di Kota Banjarmasin. Kedua, optimalisasi pengelolaan sampah di Banjarmasin. Ketiga, melibatkan masyarakat dalam solusi berkelanjutan dan yang terakhir yaitu tindakan kongkret dalam satu bulan ke depan atas permasalahan sampah.
“Kami akan melakukan aksi dengan massa yang lebih banyak lagi, jika Pemko Banjarmasin tidak melakukan upaya kongkret terhadap persoalan sampah,” jelasnya. (ril/foto: ist)